8

1722 Kata
Leon semakin menginginkan wanita itu dan dirinya tahu jika Sara tidak berakting saat menciumnya tadi. Wanita itu juga menginginkannya dan dia senang mengetahuinya. Dia rela jika harus terikat sebentar dengan Sara jika hadiahnya berupa seks hebat. "Sekarang info apa yang kalian punya untukku mengenai Bill Jones?" tanya Leon. Sara kemudian masuk ke dalam kamar tamu Darrius dan memberikan amplop yang semalam dibawanya saat pergi ke apartemen Leon semalam. Beruntung dia masih ingat membawa amplop itu sewaktu melarikan diri tadi pagi. Sara dan Darrius terdiam saat Leon memeriksa semua itu dan menonton video bukti tersebut. Ia bisa melihat kemarahan dikedua mata Leon. "Aku akan membuat b******n itu mendekam selamanya di penjara," ucap Leon marah saat selesai menonton. "Di mana istrinya saat ini?" "Di tempat aman," jawab Sara. "Aku akan membantumu, tapi sebelumnya kita harus menikah terlebih dahulu." "Apa?! Tapi kenapa?" tanya Sara. "Karena aku sudah memberitahukan tentang pernikahan kita pada dewan tadi." "Aku tidak mau! Darrius, katakan padanya aku tidak mau menikah dengannya." "Leon benar Sara kalian harus menikah. Kamu butuh seseorang untuk menjagamu dan aku rasa Leon adalah orang yang tepat selain itu dia juga harus bertanggung jawab karena sudah merenggut keperawananmu," ujar Darrius menguji Sara. Leon menatap Sara tak percaya, semalam dia memang merasa sedikit kesulitan memasuki Sara dan sekarang dia tahu penyebabnya. "Jadi kamu masih perawan?" tanya Leon. "Bagaimana mungkin kamu tidak menyadarinya?!" tanya Darrius marah pada Leon dan ternyata tebakannya memang benar jika Sara masih perawan dan Leon sudah merenggutnya. Darrius sedikit merasa bersalah akan hal itu. Jika Leon tak menikahi Sara maka dia yang akan memaksanya menikahi Sara. Untung saja Leon sendiri yang menawarkan hal itu. "Sebab kami begitu menikmatinya bahkan dia tak berteriak kesakitan saat—" ujar Leon. "Sudahlah aku tak ingin mendengar rinciannya," potong Darrius cepat. "Dia tidak perlu bertanggung jawab, Darrius," ujar Sara. "Kenapa? Apa kamu ingin mengatakan kamu sudah tidak perawan sebelum b******n ini memerkosamu?" Sara merona merah dan tak bisa menyangkal ucapan Darrius karena sebelumnya ia memang masih perawan sampai Leon merenggutnya dengan paksa. Ia merasa sedikit malu sebab di usia 27 tahun dia masih perawan. "Aku hanya tidak membutuhkan orang untuk menjagaku, aku bisa menjaga diriku sendiri." "Ya, kamu membutuhkannya jika kamu akan terus membahayakan hidupmu seperti selama ini!" timpal Darrius marah. "Tapi aku tidak mau menikah!" "Ini bukan hanya soal keinginanmu saja tapi juga keselamatanmu, aku sudah cukup lelah harus terus merasa khawatir tentangmu setiap kamu memutuskan untuk menolong seseorang dan aku ingin ada seseorang yang membagi rasa khawatir itu denganku." "Dia tidak akan khawatir padaku karena kami tidak punya perasaan apa-apa akan satu sama lain. Jadi kami tidak harus menikah." Leon hanya bisa menatap bolak balik antara Sara dan Darrius yang bertengkar seolah-olah tidak ada dirinya di sana saat ini. "Aku harus pergi kalian bisa membahasnya berdua saja," timpal Darrius dengan kesal karena merasa marah akan kekeraskepalaan Sara saat ini. Darrius yakin jika Leon akan sama khawatirnya dengannya jika dia bersama Sara sedikit lama. Dengan semua aksi-aksi nekatnya selama ini, dia yakin mungkin suatu hari Leon bahkan akan memborgol Sara di ranjang jika apa yang Darrius pikirkan tentang mereka menjadi kenyataan. "Kalian berdua tidak masuk akal," ucap Sara saat Darrius sudah pergi. "Aku tidak mau menikah denganmu dan kamu tidak bisa memaksaku," sambungnya lagi. "Ya, aku bisa. Jika kamu ingin aku menolong temanmu, kamu harus menikah denganku." "Jadi kamu memerasku?" "Mungkin." "Aku kira kamu pria terhormat, tapi ternyata juga seorang b******n," sergah Sara marah. Mereka berdua kemudian hanya saling memandangi satu sama lain. Sara memandangi Leon dengan kesal, sedangkan Leon memandangi Sara dengan gairah di kedua matanya dan senyum santai di wajahnya karena dia yakin Sara pasti akan kalah. "Baiklah, kita akan menikah paling lama hanya selama satu tahun saja dan setelah itu aku ingin kita bercerai. Aku harap itu cukup untuk menolongmu terbebas dari orang-orang tadi," sambung Sara setelah memikirkannya sesaat akhirnya menyerah karena dia sudah bertekad tidak akan mengecewakan Shirley dan hanya Leon Darrell saja harapan Shirley untuk bisa bebas dari suaminya saat ini. "Baiklah, setuju," ucap Leon senang. Dia rasa satu tahun cukup untuk dia memuaskan dirinya akan tubuh Sara. "Apa kita benar-benar harus menikah? Apa bukti tadi belum cukup untuk orang-orang itu?" tanya Sara kembali mencoba mengubah pikiran Leon. "Ya, kita harus menikah. Lagi pula aku tidak mau Bill kembali mengirim orang untuk menjebakku." "Kamu hanya harus mengendalikan dirimu sementara waktu jadi tidak akan ada yang bisa menjebakmu," timpal Sara sinis. "Laki-laki punya kebutuhan, Sara, jadi jika aku punya istri yang akan memuaskanku, aku tidak perlu mencarinya di tempat lain dan saat kita menikah nanti aku akan merasa cukup dengan adanya dirimu." "Jadi kita akan bercinta nanti? Tidak hanya di atas kertas?!" tanya Sara tidak percaya. "Tentu saja. Kita akan bercinta setiap hari dan aku tahu kamu juga akan sangat menikmatinya," ujar Leon serak. Sara kembali mengingat percintaan mereka kemarin dan dia tahu apa yang Leon katakan benar. Gairah menyerbunya saat mengingat itu semua. Tapi sanggupkah aku menyerahkan tubuhku saja? Bagaimana jika hatiku juga akan aku serahkan?  Ia tidak mau patah hati karena laki-laki. Lagi pula dia tidak mau menyerahkan hidupnya di tangan laki-laki seperti mamanya yang lebih memilih mati disiksa daripada meninggalkan laki-laki yang dicintainya. Leon bisa melihat gairah di kedua mata Sara tapi dia juga bisa melihat keraguan di sana. Sepertinya aku harus meyakinkannya. Dia kemudian bangun dari kursinya dan mendekat pada Sara. Seketika Sara bangun dan mencoba menjauh tapi ia kalah cepat karena Leon sudah meraih pinggangnya dan membawanya ke dalam pelukan laki-laki itu. Dia kemudian memagut bibir Sara dan sekujur tubuh Sara langsung merasakan nyeri menginginkan sentuhan Leon. "Kamu bisa merasakannya bukan?" tanya Leon. "Biarkan kita memuaskan rasa kita akan satu sama lain dan mungkin nanti saat kita sudah bosan, rasa nyeri ini akan menghilang. Aku menginginkanmu Sara. Sejak melihatmu untuk pertama kalinya di depan pintuku, aku sudah sangat menginginkanmu dan jika kamu tidak melarikan diri tadi pagi, mungkin saat ini aku masih akan mengurungmu di dalam kamar dan kembali bercinta denganmu berkali-kali hingga kamu kelelahan," sambung Leon dan kembali memagut bibir Sara dengan perlahan serta membujuk bibir Sara agar membuka untuknya. Sara tidak bisa menahan desahannya dan membuka bibirnya untuk Leon. Dia segera memanfaatkan kesempatan itu untuk merasakan bagian dalam mulut Sara. Dia melepaskan ciumannya saat merasakan mereka hampir kehabisan napas. "Jadi maukah kamu menikah denganku?" tanya Leon dan menatap kedua mata Sara. "Baiklah, tapi aku ingin kamu menanda tangani surat Pra Nikah." "Surat Pra Nikah?!" tanya Leon tak percaya. Memangnya ia pikir aku menginginkan hartanya. "Ya, apakah kamu setuju?" "Aku tidak menginginkan apapun milikmu, Sara." "Ini tidak berhubungan dengan harta karena aku sama sekali tidak memilikinya." "Lalu?" "Aku ingin kamu berjanji jika kamu sampai memukulku atau melakukan kekerasan apapun padaku maka aku boleh meminta cerai padamu saat itu juga dan selama kita masih menikah aku juga menuntut kesetiaanmu." "Aku tidak akan memukul seorang wanita, Sara dan ya aku hanya akan menjadi milikmu selama kita menikah karena tidak ada orang lain yang aku inginkan saat ini selain dirimu." "Aku tidak butuh janji lisan, Mr. Darrell. Jika kita akan menikah aku mau kamu menandatanganinya secara legal. Jika tidak batalkan saja semuanya." "Baiklah, aku akan menandatanganinya," timpal Leon menyerah. "Aku akan meminta Darrius menyiapkannya nanti. Aku harus pergi sekarang." "Kita belum menyegel kesepakatan kita." "Dengan apa? Aku tidak punya stempel." Leon kembali mendekat pada Sara dan menariknya ke dalam pelukannya. "Dengan ini," ujar Leon dan mencium bibir Sara dengan sangat b*******h. Dia sudah kecanduan akan wanita itu. Saat Leon melepaskan ciuman mereka dia bisa melihat tatapan mata sayu Sara dan dia tahu Sara sama bergairahnya seperti dirinya. "Ikutlah ke apartemenku." "Aku tidak bisa, aku harus melakukan sesuatu. Aku pergi dulu," ucap Sara sambil melepaskan diri dari Leon. Ia bergegas pergi dari sana tak berani memandang pada Leon lagi yang ia tahu terus mengawasinya. Saat sampai di luar apartemen, dirinya mencoba menenangkan diri. Sesaat tadi dia begitu tergoda akan tawaran Leon padanya tapi dia harus melihat keadaan Shirley dan Eleina. Sebelumnya ia harus pulang dulu untuk mengambil pakaian dan mobilnya. Ia kemudian naik taksi pulang ke rumahnya, mengambil pakaiannya untuk menginap beberapa hari dan mengemas barang-barang yang dibutuhkannya. Dengan cepat ia segera keluar dari rumah karena dia harus segera pergi ke rumah pantainya sebelum Shirley dan Eleina begitu cemas sebab dia tidak pulang semalam. Tapi sial bagi Sara karena saat sampai di depan rumahnya dia dicegat oleh salah satu tetangganya dan beruntung tadi dia sempat memakai syal untuk menutupi lehernya yang terdapat sisa-sisa cumbuan Leon jika tidak bisa-bisa dia jadi bahan gosip tetangganya selama satu minggu. "Hai, Sara." "Halo, Ms. Everlyn," balas Sara pada tetangganya yang sudah berusia 52 tahun. "Apa kamu sudah mendengarnya?" "Apa?" tanya Sara. Tetangganya yang satu ini memang sangat suka bergosip jadi ia tidak akan heran lagi jika dia selalu mengetahui info ter-update. "Shirley Jones kabur dari rumah bersama anaknya dan semua pengawal suaminya sibuk mencari mereka." "Apa?!" "Hmmm," ujar Everlyn menganggukkan kepalanya dengan antusias. "Aku mendengar jika dia melarikan diri bersama kekasih gelapnya, papa dari anaknya." Bajingan itu! Sara sangat geram mendengarnya. "Benarkah?" tanya Sara pura-pura tertarik. "Iya. Kasihan Bill Jones, punya istri seperti itu." "Hmmm," ucap Sara. Dia sangat ingin membunuh orang saat ini. "Baiklah, Ms. Everlyn. Aku permisi dulu aku harus buru-buru pergi ke tempat temanku dan menginap di sana. Aku titip rumahku ya, Ms. Everlyn," ucap Sara sambil dengan terburu-buru menuju mobilnya. "Tentu, Sara." Sara kemudian bergegas ke toko pakaian, kembali membelikan Shirley dan Eleina pakaian seadanya dan juga makanan untuk persediaan mereka sebagai cadangan jika Sara tidak bisa datang, tidak lupa juga nomor baru agar mereka bisa menghubunginya jika membutuhkan sesuatu. Kemudian ia melaju ke tempat di mana mereka berada. Butuh waktu dua jam untuk sampai ke sana dan saat ini sudah pukul 11:00. *** Setelah ditinggalkan Sara. Leon berusaha mengendalikan dirinya dan menatap bukti yang diberikan Sara padanya. Sebenarnya jika Sara menolak menikah dengannya pun dia akan tetap menerima kasus ini. Bahkan dengan senang hati dia akan menghancurkan b******n busuk itu. Setelah melihat perbuatannya pada istrinya sendiri, Leon merasa semakin mantap untuk melenyapkan orang itu dari dunia politik selamanya. Bahkan Leon akan membuat dia tidak bisa kembali lagi ke dalam masyarakat. Saat tadi dia tiba di kantor Dewan Kehormatan Organisasi Advokad dan mendapatkan tuntutan pemerkosaan dirinya sudah pasrah jika Sara akan mengatakan yang sebenarnya dan membuat dia dipecat selamanya dari dunia hukum. Dia tidak menduganya saat ternyata wanita itu malah menolongnya dan bahkan bisa bersikap begitu alami sebagai kekasihnya. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan memilik wanita itu walau hanya untuk sementara. Dia kembali mengalihkan pikirannya dari Sara karena setiap dia memikirkannya maka dia akan butuh mandi air dingin. Dia memutuskan jika sebaiknya saat ini dia fokus ke dalam kasus yang akan segera ditanganinya. Selama ini dirinya memang sudah menantikan suatu cela agar bisa membawa Bill Jones ke pengadilan. Kedatangan Sara dalam hidupnya seolah-olah menjawab semua penantiannya dan bahkan ditambahkan bonus dia bisa menikmatinya selama satu tahun penuh. *** Jangan lupa klik love & komentnya jika suka dan kalian juga akan mendapatkan notifikasi saat saya update new part. Thx ^^  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN