7

1344 Kata
Leon kembali ke tempat Darrius berada saat selesai menelepon dan wajahnya terlihat gelisah. "Ada apa?" "Dewan Kehormatan Organisasi Advokat memintaku untuk datang dan aku tidak tahu apa yang mereka inginkan tetapi firasatku merasa ada sesuatu yang tidak baik. Aku harus segera ke sana karena mereka memintaku datang sekarang juga." "Baiklah." "Katakan pada sepupumu, aku harus berbicara dengannya nanti." "Ya, tentu dan urusanmu denganku juga belum selesai." Leon menganggukkan kepalanya dan berlalu dari sana. *** Sara keluar dan menemukan Darrius hanya sendirian ia lega karena laki-laki itu sudah pergi. "Apa dia sudah pergi?" "Ya." "Aku harus segera pergi sebentar lagi, karena tadi ada yang meneleponku dan memintaku datang mengenai tuntutan yang aku ajukan sedangkan aku merasa tidak mengajukan tuntutan apapun." "Ke mana?" tanya Darrius curiga. Sara menyebutkan alamat yang diberikan padanya tadi di telepon. "Aku akan mengantarmu dan sebaiknya kita membelikan baju untukmu." "Baiklah, jika itu maumu, aku akan mandi dulu," ujar Sara. Selesai ia mandi dan makan mereka segera keluar dari apartemen Darrius menggunakan mobil Darrius. Darrius berharap apa yang dia curigai tidak benar tapi dia harus berjaga-jaga dengan mendampingi Sara. Setelah membelikan Sara baju, mereka segera menuju ke tempat di mana Sara diminta untuk datang. Sara begitu terkejut saat masuk ke dalam ruangan itu sudah ada Leon di sana. Ia menatap laki-laki itu dan melihat kegelisahan di sana tapi ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Setelah itu ia diminta duduk. "Apakah Anda Sara Anne Roxanne?" "Ya, benar." "Dan yang mendampingi Anda adalah?" "Saya pengacaranya." Sara menatap sepupunya. Apa yang sebenarnya terjadi? "Baiklah. Kami mendapatkan surat tuntutan mengenai salah satu advokat yaitu Mr. Leon Darrell dan di dalam surat itu dikatakan jika dia telah melecehkan Anda. Apakah benar?" Sara merasa sangat heran bagaimana mungkin hal itu bisa diketahui mereka. Harusnya hanya dirinya, Leon, dan Darrius saja yang tahu. "Apakah benar, Ms. Roxanne?" "Bisa kami lihat surat tuntutan tersebut?" tanya Darrius. Kemudian seseorang mengantarkan surat kepada mereka. Setelah Darrius memeriksanya dia memberikannya pada Sara. "Saya tidak merasa pernah menandatangani surat ini. Apalagi menyampaikan tuntutan apapun," ucap Sara. "Baiklah. Tapi biarpun Anda tidak mengirimkan surat itu kami ingin tahu apakah benar Mr. Darrell sudah memerkosa Anda?" Sara menatap kedua mata Leon dan dia bisa melihat kepasrahan dikedua mata laki-laki itu. "Tidak! Kami melakukannya atas dasar suka sama suka," ucap Sara dan mengalihkan tatapannya dari Leon. Sara sedikit tahu jika dia sampai membenarkan semua itu maka izin Leon sebagai pengacara akan dicabut dan bahkan mungkin dia akan di penjara, tentu saja Sara tidak menginginkan itu karena ia butuh Leon tetap menjadi pengacara agar bisa membantu Shirley. "Benarkah? Buktikan!" ucap salah satu dari orang-orang itu. "Ms. Roxanne sudah mengatakan jika dirinya tidak diperkosa. Lalu bukti apalagi yang kalian inginkan?" tanya Darrius merasa sedikit marah. Benar kecurigaannya jika Sara dipanggil karena apa yang Leon lakukan padanya. Sekarang dia akhirnya tahu dan sangat yakin jika Leon sengaja dijebak. Saat ini dia bahkan tahu salah satu dari mereka pasti merupakan orangnya Bill Jones karena hanya laki-laki itu yang akan melakukan semua ini pada Leon. "Bukti jika mereka berdua memang sepasang kekasih." "Baiklah," ujar Sara. Dia tidak tahu apa yang terjadi saat ini tapi dia yakin itu tidak bagus. Sara kemudian mendekat pada Leon dan merangkul lehernya. "Sayang, kenapa semua orang bisa tahu hubungan kita? Bukankah aku sudah mengatakannya jika ingin merahasiakannya sementara ini tapi tidak apa-apa, aku senang akhirnya kita bisa mengumumkannya," ucap Sara dan berusaha tersenyum sangat mempesona. Padahal saat ini bahkan jantungnya berdegup begitu kencang apalagi saat mengingat waktu Leon bercinta dengannya. Ia kemudian memagut bibir Leon dan menikmati bibir laki-laki itu. Ia bisa merasakan akhirnya Leon bisa beraksi dan menariknya ke dalam dekapannya membalas ciuman darinya. Mereka berdua terengah-engah saat selesai berciuman. Ia kemudian melepaskan dirinya dari Leon dan kembali menghadap pada orang-orang itu, "Apakah bukti ini cukup? Jika tidak ada hal lain lagi saya harus kembali bekerja." "Dan kami akan segera menikah, jika mau kami bisa mengundang kalian nanti," sambung Leon. Sara menatap tak percaya pada laki-laki itu. Apa-apaan dia! "Tapi—" Belum sempat Sara menyelesaikan ucapannya Leon sudah menariknya lagi ke dalam pelukannya dan memagut bibirnya lagi. "Ya, cukup!” geram salah satu dari mereka dan terlihat begitu marah. Sara bergegas melepaskan pelukan Leon padanya, segera menjauh dan kembali mendekat pada Darrius. Kemudian mereka semua segera keluar dari sana. Tiba-tiba seseorang mencekal lengannya, "Kita harus bicara!" "Tidak ada yang harus kita bicarakan, Mr. Darrell," ucap Sara pelan. "Banyak yang harus kita bicarakan, Sayang," timpal Leon. Kemarahan berkobar di mata Sara. Dirinya sedikit menyesal menolong laki-laki itu. "Darrius, dia akan pulang bersamaku. Kita bertemu di apartemenmu." "Tapi aku tidak mau bersamanya, Darrius." "Maaf, Sara. Kamu harus ikut Leon pulang, agar mereka tidak curiga akan hubungan kalian yang sebenarnya." Sara hanya bisa cemberut dan dengan terpaksa mengikuti Leon. Sepanjang perjalanan Sara hanya terdiam dan berusaha duduk sejauh mungkin dari Leon. "Tenang saja aku tidak akan menyerangmu saat ini." "Tidak ada salahnya aku bersikap waspada, setelah apa yang kamu lakukan padaku semalam," timpal Sara ketus. "Dan aku tahu kamu menikmatinya," ucap Leon. Wajah Sara memerah saat diingatkan akan semua hal itu. "Saya sangat menyesal sudah menolong Anda tadi, harusnya saya biarkan saja Anda dihabisi oleh orang-orang itu," ucap Sara dengan marah. Kemudian mereka akhirnya sampai di apartemen Darrius dan ia kembali berada sedikit jauh dari Leon. Ia pura-pura tidak tahu saat laki-laki itu terus menatapnya sewaktu mereka berada di dalam lift hanya berduaan saja. Dengan cepat ia bergegas keluar dari lift saat mereka sampai di lantai apartemen Darrius dan ia berjalan cepat menjauh dari Leon. Saat sampai di depan pintu kamar Darrius, ia menekan bel dan dia tahu jika Darrius belum sampai. Darrius pasti sengaja, mungkin kali ini aku akan benar-benar mencekiknya. Ia mematung saat akhirnya Leon sampai di tempatnya berada dan membuka pintu apartemen itu. Aku harus protes pada Darrius, dia memberikan kunci pada Leon tapi tidak padaku, gerutu Sara di dalam hati merasa sedikit iri. "Ayo, masuklah!" Sara mengikuti Leon dalam diam dan ikut masuk ke dalam tapi saat duduk dirinya kembali berada sejauh mungkin dari Leon. "Dapatkah kamu berhenti menatapku?" tanya Sara akhirnya karena tidak tahan lagi. "Tidak, aku bahkan siap menerkammu saat ini." "Terserah!" ucap Sara kesal. "Jadi aku boleh menerkammu saat ini?" "Dan mungkin kepalamu akan melayang dari tubuhmu jika berani mencobanya lagi saat ini. Kamu beruntung semalam aku begitu kelelahan hingga tidak sanggup melawan tapi jika kamu mencobanya sekarang jangan salahkan aku jika kamu terluka." "Aku semakin menginginkanmu," ucap Leon sambil tertawa mendengar perkataan Sara. Dirinya semakin tertarik dengan wanita itu dan apapun akan dia lakukan untuk mendapatkannya, termasuk menggunakan cara kotor. Sara hanya memejamkan mata tidak memedulikan Leon dan dirinya tanpa sengaja tertidur di sana. Ia terbangun saat merasakan bibirnya dicium seseorang. Dengan segera ia membuka matanya dan menemukan Leon sudah berada di atasnya. Dengan cepat dia mendorong tubuh laki-laki itu dan bangun dari sofa menjauh darinya. "Apa yang Anda lakukan?!" "Apa aku tidak boleh mencium calon istriku?" "Aku bukan calon istri Anda." Leon hanya tersenyum dengan misterius. Tiba-tiba pintu terbuka dan Darrius melangkah masuk. "Apa kamu tersesat, Darrius?" tanya Sara sarkastis. "Tidak, aku hanya memberikan waktu kepada kalian untuk saling mengenal sebelum menikah." "Aku sudah cukup mengenalnya setelah dia memerkosaku tiga kali dan aku tidak akan menikah dengannya," timpal Sara sarkastis. "Apa kamu ingin aku membunuhnya?!" tanya Darrius geram. "Tidak, aku membutuhkannya untuk Shirley, jika tidak mungkin aku tertarik melihatnya mati dan kalian berdua harus menjelaskannya padaku apa yang sebenarnya terjadi tadi. Bukankah seharusnya hanya kita bertiga yang tahu?" "Aku rasa seseorang berusaha menjebak Leon agar dia dipecat jadi pengacara dan izin prakteknya dicabut hingga dia tidak akan bisa menganggu Bill Jones lagi. Itu pasti orang suruhan Bill yang menukar pesan dariku dengan pesan palsu dan orang itu pasti tahu hubungan kami hingga bisa menggunakan cara itu. Hanya saja rencana mereka gagal karena kamu yang bertemu Leon, jika itu wanita lain mungkin Bill sudah berhasil." "Ya, sekarang aku mengerti, aku harap suatu hari ke-playboy-an kalian tidak menghancurkan kalian." "Dan Sara bagaimana kamu tahu jika Leon sedang dijebak?" "Aku tidak tahu, aku hanya merasa jika aku memang tidak mengirimkan tuntutan apapun dan aku juga merasa semua itu sangat aneh." "Jadi bukan kamu Darrius yang meminta Sara melakukan itu semua?" tanya Leon dan menatap Sara intens. "Tidak Leon aku bahkan sama terkejutnya denganmu dan kamu jangan heran, Sara memang sangat pintar berakting. Bahkan ciuman kalian terlihat sungguhan." Wajah Sara memerah dan hanya bisa menunduk tidak berani menatap siapapun. Ia tahu jika Leon masih terus menatapnya jadi dirinya juga tidak berani menatap Leon. Dirinya dan Leon memang saling b*******h tadi dan jika tidak ada orang lain di sana mereka mungkin akan kembali bercinta. *** Jangan lupa klik love & komentnya jika suka dan kalian juga akan mendapatkan notifikasi saat saya update new part. Thx ^^  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN