Leon memasak sarapan dengan gembira. Dirinya sudah tidak sabar untuk kembali ke kamar. Dia belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini. Saat semalam dia membuka pintu dan menatap wanita itu berdiri di hadapannya tampak begitu seksi dengan pakaian dan sepatu boots yang dikenakannya. Gairah Leon langsung melonjak tinggi. Saat mereka bercinta dan bagaimana Sara mencengkeramnya dengan begitu erat sewaktu mereka menyatu, dia tidak menyesel segera bercinta dengan wanita itu tanpa berbasa-basi lagi. Dirinya memang paling suka bercinta tanpa harus menggunakan pengaman dan Leon tahu jika wanita itu merupakan hadiah dari Darrius dia tahu mereka pasti terbebas dari penyakit dan sudah minum kontrasepsi karena itulah Leon berani bercinta tanpa pengaman dengan Sara.
Dia kemudian menelepon Darrius untuk berterima kasih karena hadiah darinya kali ini sungguh spektakuler.
"Halo, Sobat," ujar Leon saat panggilannya diangkat.
"Halo, Leon. Bagaimana?"
"Terima kasih untuk hadiahnya."
"Hadiah?"
"Iya, gadis yang bernama Sara."
"Oh...ya. Apa kamu sudah berbicara dengan sepupuku itu? Kamu pasti sangat terkejut bukan saat menonton video yang dia berikan padamu? Kali ini aku yakin kamu akan bisa menghabisi Bill Jones. Karena itulah aku mengirimkannya padamu, aku tahu kamu pasti akan bisa membantunya."
"Bill Jones?"
"Iya, aku meminta sekretarismu mengatur pertemuanmu dengan sepupuku, Sara. Dia punya sesuatu tentang kebusukan Bill Jones dan dia tidak bisa menundanya lebih lama jadi aku meminta sekretarismu mengatur pertemuan kalian semalam di apartemenmu."
"Pertemuan?" tanya Leon semakin tidak mengerti.
"Oh...ya. Terima kasih, Darrius. Nanti aku hubungi lagi," sambungnya dan mengakhiri panggilan.
Bergegas Leon menuju ke kamarnya dan mencari Sara tapi tidak bisa menemukannya di sana.
"s**t! Bagaimana mungkin ini terjadi?"
Leon kini sadar jika dia tanpa sengaja memang sudah memerkosa seseorang dan itu adalah sepupu Darrius. Darrius akan membunuhnya jika tahu karena dia tahu temannya itu sangat menyayangi sepupunya.
Kenapa aku tidak menyadari kesamaan nama wanita itu dengan sepupu Darrius semalam? Dia tahu itu pasti karena dia begitu b*******h saat menatap Sara di depan apartemennya dan seketika dia tidak berpikir lagi sejak itu.
Dia tidak mengerti bagaimana sekretarisnya bisa salah menyampaikan pesan padanya. Saat Leon selesai rapat dia menemukan pesan di meja kantornya yang mengatakan jika Darrius mengirimkan hadiah untuknya di apartemennya dan hadiahnya ingin mereka berakting seolah-olah semua itu pemerkosaan.
Dia tidak sedikit pun merasa curiga karena dirinya dan Darrius memang sering melakukan semua ini. Saling mengirimkan hadiah tapi sekarang Leon tahu jika saat Sara menolaknya semalam itu bukanlah akting.
Aku harus bicara padanya tapi di mana aku bisa menemukannya?
***
Sara saat ini sudah sampai di depan pintu apartemen Darrius dan dia menekan bel pintu dengan tidak sabar.
"Sara, apa yang kamu lakukan di sini? Aku kira kamu sedang bersama istri dan anak Bill Jones. Bagaimana pertemuanmu dengan Leon?"
Ia langsung menerobos masuk ke dalam apartemen Darrius dan duduk di sofa.
"Sara, pakaian siapa yang kamu kenakan?"
"Temanmu itu dan tidak ada pertemuan."
"Apa maksudmu? Kenapa tidak ada pertemuan dan kenapa kamu bisa memakai pakaian Leon?"
Sara menghembuskan napas dengan keras.
"Aku tidak tahu harus mengatakan apa, Darrius. Kamu bisa menanyakan pada temanmu itu ada apa dengannya dan juga ada apa denganmu. Kenapa temanmu mengatakan jika aku hadiah darimu untuknya? Apa maksudnya itu?"
"Hadiah?"
"Iya!" bentak Sara kesal sambil berdiri dari sofa dan memelototi sepupunya dengan marah. Sara dan Darrius hanya terpaut 2 tahun saja, harusnya ia memanggil Darrius kakak tapi karena sudah terbiasa sejak kecil, mereka tidak mempermasalahkannya lagi saat dewasa.
"Maksudmu info mengenai Bill Jones?"
Sara membanting tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya lelah.
"Kami sama sekali belum membicarakan hal itu."
"Lalu?"
"Tanyakan saja pada dirimu apa hadiah yang sering kamu berikan pada Leon Darrell," ujar Sara lelah.
Darrius memikirkannya sesaat dan dirinya kemudian mengerti.
"b******n!"
"Hmmm, benar sekali. Kalian berdua memang b******n. Apa kalian kira wanita itu benda hingga bisa dijadikan hadiah?" tanya Sara dan menatap Darrius kembali dengan tajam.
"Aku akan membunuhnya jika dia menyentuhmu. Apa dia menyentuhmu?" tanya Darrius.
"Mungkin aku yang akan membunuhmu saat ini karena dia mengatakan jika kamu yang memberikan aku padanya sebagai hadiah!" jerit Sara kesal.
"s**t! Aku tidak mungkin melakukan itu padamu Sara. Aku selalu mencari wanita yang bersedia bukan yang terpaksa, apalagi sepupuku sendiri."
"Lalu kenapa dia bisa mengira aku hadiah untuknya?!" bentak Sara semakin kesal.
"Aku juga tidak tahu!" balas Darrius.
Ting...tong...ting...tong...
Darrius meninggalkan Sara dan membuka pintu apartemennya.
"b******n!" teriak Darrius dan melayangkan tinjunya saat membuka pintu apartemen dan menemukan Leon di sana.
Sara segera kabur dari sana dan bersembunyi di kamar tamu Darrius yang berada paling dekat dari tempatnya berada saat dia tahu siapa yang datang saat ini. Dia tidak siap bertemu laki-laki itu lagi.
***
"Aku rasa aku pantas mendapatkannya," ucap Leon.
"Apa dia ada di sini?" sambungnya.
Darrius masih sangat marah pada Leon hingga dia memelototinya.
"Aku rasa dia pasti di sini karena kamu sudah tahu apa yang aku lakukan."
"Aku akan membunuhmu, Leon," ucap Darrius dan kembali menerjang Leon.
"Aku minta maaf, Darrius, aku juga tidak tahu kenapa ini semua bisa terjadi."
"Minta maaflah pada sepupuku."
"Aku akan melakukannya saat bertemu dengannya. Bolehkah aku menemuinya?"
"Awas jika kamu macam-macam! Masuklah!"
"Di mana dia, Darrius?"
"Tadi dia di sini. Dia pasti bersembunyi karena mendengar kedatanganmu."
"Aku tidak menyalahkannya, dia pasti ketakutan karena aku sudah memerkosanya."
"Apa?!" teriak Darrius kembali merasa marah.
"Bukankah dia sudah memberitahukannya padamu?"
"Dia tidak mengatakan apa-apa. Hanya memarahi aku karena mengira aku memberikan dia padamu sebagai hadiah," ucap Darrius.
"Dan aku belum merasa pasti apa yang sudah kamu lakukan padanya," sambung Darrius dan beranjak menuju kamar tamu untuk mencari Sara.
"Sara," panggil Darrius saat tiba di kamar itu.
Dan akhirnya dia menemukan Sara bersembunyi di kamar mandi.
"Kenapa kamu di sini?"
"Karena aku tidak mau bertemu dengannya."
"Tapi kamu harus bertemu dengannya karena hanya dia yang bisa membantu temanmu, Shirley, dan apa maksudnya dia mengatakan dia sudah memerkosamu?"
"Tanyakan saja padanya," ujar Sara marah.
"Baik. Tapi kamu juga harus ikut."
"Tidak, Darrius, aku di sini saja."
"Bersikap dewasalah, Sara!"
Sara hanya bisa cemberut dan terpaksa mengikuti Darrius keluar menemui laki-laki yang memerkosanya. Walau ia tidak tahu apa laki-laki itu memang memerkosanya mengingat ia begitu menikmatinya dan bahkan mendesah seperti w************n.
Saat sampai di hadapan laki-laki itu Sara bersembunyi di belakang tubuh Darrius.
"Sara!" ucap Darrius kesal.
"Oke...oke..." timpal Sara dan dengan terpaksa keluar untuk menghadapi Leon.
"Katakan sekarang apa yang Anda inginkan?" tanya Sara.
Leon terdiam dan gairah kembali menyerbunya saat kembali melihat Sara di hadapannya kali ini hanya memakai kemejanya.
Sara berdiri dengan risi saat ditatap seperti itu oleh Leon dan dia baru ingat jika dia hanya mengenakan kemeja saja karena tadi dia melepaskan celana Leon yang dipakainya karena terus kedodoran.
"Leon!" bentak Darrius kesal karena bisa melihat jika temannya kembali b*******h terhadap sepupunya.
"Akhhh!" teriak Leon dan mengalihkan tatapannya.
"Tolong tutupi sepupumu Darrius, sebelum aku kembali menyerangnya."
"Dan aku akan membunuhmu!" sergah Darrius marah.
Sara merona merah saat melihat interaksi kedua orang itu dan seolah-olah dia tidak berada di sana.
"Jika tidak ada yang ingin Anda katakan sebaiknya saya pergi dari sini," timpal Sara.
"Aku minta maaf," ucap Leon dan menatap Sara.
Sara hanya diam dan tidak menanggapi, "Aku salah paham karena mengira jika Darrius yang mengirimmu sebagai hadiah seperti biasanya. Aku tidak menemukan pesan yang mengatakan jika kamu ingin berbicara tapi aku malah menemukan pesan jika Darrius mengirimkan hadiah untukku dan di pesan itu juga tertulis jika hadiah dari Darrius ingin semua itu seolah-olah memang perkosaan karena itulah aku tidak menanggapi serius penolakanmu tapi mengira jika semua itu memang hanya aktingmu."
Sara tidak tahu akan mengatakan apa jadi dia hanya menatap Darrius.
"Mana pesan itu? Apa kamu membawanya?" tanya Darrius.
"Iya."
Leon kemudian menyerahkan pesan itu kepada Darrius.
"Aku tidak pernah mengirimkan pesan ini padamu."
"Ya, aku sudah menyadarinya tadi pagi setelah meneleponmu," timpal Leon sambil menatap Sara
"Aku juga tidak tahu bagaimana ini semua bisa terjadi," ujar Leon dan mencoba berjalan mendekat pada Sara.
Dengan cepat Sara pergi dari sana dan kembali bersembunyi di belakang Darrius. Dia tidak mau Leon menyentuhnya karena takut dirinya malah akan melompat ke dalam pelukannya. Sepertinya dia harus memeriksakan dirinya karena tampaknya dia sudah tidak normal lagi.
Tiba-tiba telepon genggam Leon berbunyi dan dia bergegas berjalan agak jauh untuk mengangkatnya.
Dan telepon genggam Sara juga berbunyi. Hingga dia pergi ke kamar Darrius untuk mengangkatnya karena takut mungkin Shirley dan Eleina yang nekat meneleponnya karena membutuhkannya.
***
Jangan lupa klik love & komentya jika suka dan kalian juga akan mendapatkan notifikasi saat saya update new part. Thx ^^