Resign

1501 Kata

Andara dengan hati-hati meletakkan surat itu. Bersampul putih, tanpa apa-apa tulisan di atasnya. Waktu yang dipilihnya memang tepat, ketika orang-orang shipping bergegas ke kantin untuk sarapan. Mungkin Dominic sedang diet, atau entah. Pria itu tampak diam tak beranjak dari mejanya, sesekali mengetik dengan keras, bahkan ketukan keyboard itu dapat Andara dengar dari kubikel tempatnya duduk. Gadis itu sambil merapatkan jaket, meletakkan jari di bibir, ketika Dominic mulai membelek isi sampul itu, lalu menautkan alisnya tiba-tiba. Yah, seketika terjerit ketika terbaca apa yang Andara tulis. Semua sudah dipikirkan masak-masak. Pencarian ibunya sekian tahun, yang berakhir buntu, jadi ini waktunya. “One month notice! Seriously?” Andara mengangguk, masih dengan jari telujuk menyentuh bibir,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN