Rumah Kebajikan Warga Emas

1791 Kata

“Woi, tak habis lagi nak say good bye! Dah, tiga puluh minit!” sembur Priya sambil berkacak pinggang. Menghampiri Andara yang berdiri di luar pintu pagar, seakan enggan melepas Dayong yang sudah sejak tadi berada di balik kemudi. “Bising!” sergah Andara. Dayong hanya senyum dikulum melihat kelakuan dua sahabat itu. “Terima kasih, ya, untuk hari ini. Excited, sangatlah.” “Oke. Sleep well, Tuan Putri. Assalamualaikum.” “Waalaikumussalam, Dan.” Priya menyandarkan diri pada pagar rumah, mendadak loya dengan gerak-gerik dua sejoli yang tengah dimabuk asmara di depannya. Iya, dia seakan semut di bawah batu, buat tak nampak saja. “Hmm … excited, yang mana satu, nih?” dengkus Priya. “Jumpa, Mak Mertua,” cebik Andara. Dayong membunyikan klakson, segera berlalu pulang, sebelum Priya menyalakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN