Autoimplusif

1583 Kata

Andara masih saja tersenyum sendiri ketika selesai menebus obat. Dia mendongak, tersenyum dalam tangis. Banyak hal berkecamuk dalam pikirannya, satu di antaranya ingin dia luahkan dengan tawa terbahak-bahak. Seperti sesaat tadi teringat password telepon bimbit Dayong yang menurutnya, sangat kampungan. Itu sangat tidak arif, untuk seorang pria yang biasa menghitung limit, turuan, integral, deret tak terhingga, hingga kasus pelik tester yang tak mampu mendeteksi unit IC. Lalu apa yang dikatakan dokter sebentar tadi, simtomatologi yang di jabarkan Dokter Yap. Andara harus melakukan serangkaian tes ANA (antinuclear antibody), kemungkinan terburuk dari keluahannya, bisa di bilang flare; [1] demam, sering kebas, nyeri, depresi, sulit tidur, ruam merah pada kulitnya, juga sensitif terhadap udara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN