sang mentari sudah mulai menampakkan cahayanya. suasana di pagi hari di tempat rumah Arka terbilang masih sepi. sang penghuni rumah masih saja betah dengan berlama lama berada di kamar.
bunda Alin... kini terlihat seperti tak ada gairah hidup. semenjak kejadian di depan mata nya langsung. ketika Alin dengan sengaja menjatuhkan badan nya dari balkon.yang terletak dalam kamar pribadinya. ia terkadang menangis dan teriak kencang memanggil nama Alin...
sang ayah juga terlihat masih trauma, kala hendak masuk dalam ruangan yang menjadi saksi di mana Alin menjatuhkan badannya sendiri ke bawah dari lantai dua...
tapi... berbeda dengan Arka, ia penasaran dengan sedikit yang ia ketahui. bahwa Alin mempunyai hubungan dengan Bian. Arka pun berencana akan menjenguk Bian. dan mencari tau tentang hubungan Bian dan Alin.
Arka bisa saja menyuruh orang untuk mencari tau tentang hubungan mendiang adik nya dengan Bian. yang justru kini Bian tengah di rawat di rumah sakit. Arka pun makin di buat penasaran. selama ia di luar negeri Arka memang tidak tahu pasti tentang apa pun kejadian di rumah. karena Ayah selalu bilang... ' kamu fokus saja belajar di sana, tidak usah memikirkan hal hal yang tak penting'
hari ini rencana nya Arka akan menjenguk Bian. ia sudah berjanji dengan salah satu teman Bian. Arif yang kemarin sempat bertamu di rumah nya dengan teman temannya yang lain.
Arka akan melihat dulu bundanya di kamar. bagaimana keadaan nya, sekaligus pamit untuk keluar rumah.
tok... tok... tok...
" ayah... Arka masuk yah... "
ucap Arka dengan sedikit teriak. karena kamar ayah nya yang terletak di lantai dasar itu kedap suara.
" masuk aja Ar... ayah ngga kunci kok... "
terdengar sautan suara ayah nya dari dalam.
ceklek...
" gimana keadaan bunda yah... "
tanya Arka sambil berjalan menghampiri sang bunda.
" masih sama seperti pertama kali Ar... ayah merasa ayah gagal memberikan kenyamanan dan perlindungan buat Alin... sampai sampai bunda seperti ini..."
" sabar yah... mungkin ini sudah jadi suratan takdir kita seperti ini... "
Arka pun mencoba menenangkan ayah nya.
" kamu mau kemana Ar... tumben sudah rapi. bukan nya kamu masih ambil cuti yah...? "
" Arka ada perlu keluar sebentar ayah... Arka ngga kerja kok... "
" ya sudah... kamu hati hati di jalan yah...? ayah mau kembali ke ruang kerja. bunda masih lelap tidur. tadi sudah sarapan dan minum obat... jadi bunda sepertinya butuh istirahat dek Ar... "
" oh... gitu, ya udah Arka keluar dulu yah yah...? "
ucap Arka sambil mencium punggung tangan sang Ayah.
Arka menghampiri bundanya yang berbaring terlelap dalam tidur nya. lalu Arka mengecup kening bunda nya.
" bun... Arka pamit keluar bentar yah bunda... bunda yang sabar yah bun. bunda pasti bisa melalui semua ini bun... Arka percaya sama bunda... "
ucap arka di samping bundanya.
" yah... Arka keluar dulu yah bentar... "
tak lupa Arya juga pamit dengan ayah nya.
Sang ayah hanya menjawab dengan anggukan kepala nya saja. Arka pun berlalu keluar kamar sang bunda.
Arka mengeluarkan mobil yang terparkir di bagasi. iya sudah lama tak berkendara di Indonesia. kemungkinan banyak sudah yang berubah. belum sampai setengah jalan menuju ke rumah sakit. kemacetan sudah Arka dapati... sesekali Arka mengklakson mobil yang lelet jalan nya...
"ish... kenapa pagi pagi udah macet banget yah... huffftt... "
gerutu Arya dalam mobil nya.
karena penasaran... Arka pun mencari tau. apa penyebab kemacetan di pagi menjelang siang itu terjadi. Arka pun bertanya pada salah satu warga yang lewat.
" maaf... pak ini ada apa yah pak, kenapa macet begini...? "
" oh... ada kecelakaan di depan tuh, kasian banget korban nya... yang nabrak udah lari aja... "
sang warga itu pun menjelaskan nya.
" oh... pantesan, lama banget jalan nya..."
karena penasaran... Arka pun keluar mobil menuju kejadian. yang tak jauh dari mobil nya. Arka pun merasa iba melihat sang korban yang sudah tak sadar kan diri. banyak warga yang menyaksikan kejadian itu. tapi mereka enggan membawa korban.
" pak... tolong masukin ke mobil saya aja pak, mobil saya ada di belakang itu tuh... yang warna putih pak... "
Arka pun meminta tolong pada warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
********
Arka membawa korban yang berjenis kelamin perempuan itu ke rumah sakit tujuan nya. entah mengapa... Arya merasa dekat dengan korban tabrak lari itu. seperti ada ikatan batin antara kakak dan adik.
Arka sudah sampai tujuan nya, ia pun mengangkat tubuh sang korban...saat di angkat tubuh nya, wajah sang korban terlihat jelas... ia sangat mirip dengan Alin...
deg...
"ya alloh... kenapa wajah nya mirip sekali dengan mendiang Alin yah...?"
Arka pun berucap dalam hati.
melihat sang korban di bawa suster, ia pun ikut di belakang nya menuju kamar tindakan.
Arka masih terus berpikir, kenapa wajah korban itu sangat mirip sekali dengan Alin... ia pun duduk sambil menopang dagunya. sesaat ia lupa, tujuan nya kerumah sakit. karena ia harus menolong seseorang yang mirip dengan Alin.
" Astaghfirullahhaladzim... kenapa aku bisa lupa yah... "
gumam Arka
Arka hendak berlalu menuju ruangan Bian. tapi... pintu penanganan korban yang ia tolong keluar sang dokter. Arka pun mengurungkan niat nya untuk pergi menjenguk Bian.
" dengan keluarga pasien... Elin Monica..."
ucap sang dokter dengan lantang menyebut nama korban tabrak lari itu.
" saya dok... saya sebenarnya yang menolong. dan saya tidak tahu keluarga nya diamana... dok...?"
" iya... saya tahu, pasien banyak kehilangan darah nya. dan stok darah golongan pasien saat ini sedang kosong..."
sang dokter pun menjelaskan.
" kalau boleh tau, golongan darah nya apa yah dok...?"
tanya Arka.
" golongan darah pasien AB..."
deg...
lagi...lagi... ada kesamaan antar keluarga nya dengan Elin sang korban.
" golongan darah saya kebetulan AB dok... saya boleh mendonorkan darah saya dok...? "
" tentu saja boleh... mari, keruangan sebelah sini pak... "
sang suster pun mengarahakan Arka ke kamar untuk mengambil darah nya. ia akan mendonorkan darah nya buat korban itu... yang bernama Elin monica.
" Elin monica... sepertinya nama nya tidak asing di telingaku...? sebenarnya siapa gadis yang aku tolong ini... kenapa tanda tanda nya mengarah ke keluarga widjaya... "
ucap Arka dalam hati, saat mendengar namanya yang hampir sama dengan Alin.
bukan cuma nama nya saja yang hampir mirip... wajah dan golongan darah nya pun sama. apa mungkin... ini hanya suatu kebetulan saja?
rasa nya seperti ada keajaiban yang tuhan rencanakan untuk keluarga widjaya...
siapa yah sebenar nya Elin monica...?