(Catatan Todd) Tiga hari berlalu. Jiz dengan serius sama sekali tidak memberikan aku nutrisi. Entahlah. Mungkin memang ia ingin membunuhku perlahan-lahan. Aku menyadari situasiku. Aku mulai merasakan tubuhku melemah. Tangan yang terus diikat ke atas dan harus mempertahankan tubuhku, lama-lama mulai bergesekan dengan tali, menghadirkan perih dan darah yang mulai mengalir. Pukulan demi pukulan kuterima setiap hari. Obrolan dengan Jiz selalu menghasilkan tamparan yang membuat pipiku mati rasa. “Bertahanlah, Todd,” ucap Ai lemah. Bibirnya pecah-pecah. Wajahnya pucat pasi. Matanya cekung. Ai dehidrasi. Sudah dua hari ia menolak apapun yang diberikan anak buah Jiz. Bahkan bapak yang baik itu tidak berhasil memaksanya mengkonsumsi sesuatu, karena setiap kali pak Tua itu memaksakan air atau t

