DENDAM

1322 Kata

(Catatan Todd) BYUR! Guyuran air dingin dan jeritan Ai membangunkanku. Aku terkesiap. Kugelengkan kepala mengusir rasa asing kekagetan. Aku berusaha mengenali situasi di sekitarku. “Todd. Bertahanlah.” Suara lemah Ai membuatku ingat apa yang terjadi. Kutatap gadis kecil itu yang menangis. Dia tidak dilukai. Tetapi kondisinya semakin lemah. Aku menggigil dalam gelap ruangan yang dingin itu. Jiz tertawa penuh kemenangan. “Segar kan? Kamu perlu air kan? Itu. Minumlah!” perintah Jiz sambil mendorong kepalaku menempel ke lantai. Ia terus menahan kepalaku. Bisa kurasakan lututnya menekan punggungku. Sebagian pundak dan dadaku ikut tertempel ke lantai, sementara lututku tertekuk. Posisi yang sangat tidak nyaman. Kurapatkan gigi. Kutarik nafas dalam-dalam. Tubuhku, kuatlah. Bertahanl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN