(Catatan Todd) Kuhela nafas selagi Lez melaju. Kusandarkan punggung dan kepalaku. Kupejamkan mata. Aku sadar ada banyak memar dan luka di tubuhku. Jangan ditanya bagaimana nyerinya. Kondisiku juga lemah. Aku butuh segera makan, minum, dan beristirahat. Perjalanan ini tidak akan lama, menurutku. Kubuka mata. Kutolehkan kepala menatap gadis kecil yang duduk di kursi di belakang kami. Ia sudah tertidur. Wajah polosnya terlihat kotor, tetapi dia baik-baik saja. Jiz menepati ucapannya untuk tidak melukai Ai. Tanpa sadar aku tersenyum. “Meski misi berhasil dan kau tersenyum, tetap saja wajahmu benar-benar mengerikan, Todd.” Aku menatapnya. “Ini salahmu tidak segera datang menyelamatkan kami.” Lez mengerucutkan mulut. “Aku menunggu dalam posisi miring begitu sudah dua hari, Todd. Pak Tua

