(Catatan Todd) “Ini sama sekali bukan sikap egois, Todd. Kamu sudah membuktikan kesetiaan dan kerelaanmu berjuang untuk Path 09. Kami tidak perlu bukti lebih banyak lagi saat ini. Sekarang, kau perlu mengejak mimpimu,” ucap Tristaz. Kuketuk-ketuk mejanya. “Atau … entah mengapa aku terpikirkan ini. Menurutku, kau takut?” tanya Lez. Tristaz turut mendekatkan wajah kepadaku. Kuhela nafas. Mereka terlalu mengenalku untuk aku bisa sembunyikan apapun. “Harus kuakui, itu yang kurasakan. Bagaimana jika dia bersamaku di sini hanya agar kita terus bersikap baik padanya dan memenuhi janji kita membiarkannya pulang? Bagaimana jika dia tidak bersedia menungguku? Aku hanya datang untuk melihatnya bersama orang lain?” “Bagaimana jika Rea tidak selamat? Bagaimana jika tiba-tiba ia ada di sini?” s

