Samar kudengar suara pelan kaca jatuh ke lantai. Kalau di film-film, ini seperti adegan pencuri yang berusaha masuk dengan memotong kaca menggunakan alat khusus. Kaca ditahan dengan sejenis benda lengket sehingga bisa perlahan dijatuhkan ke lantai. Ya Tuhan, mengapa di saat seperti ini aku justru memikirkan film? Bukankah seharusnya ada hal yang lebih krusial dipikirkan. Bertahan hidup, misalnya? Kubuka mata sambil terus terbatuk dan menutup hidung. Suasana kamar yang suram bertambah parah dengan asap berwarna hijau tua. Asap itu berasal dari sudut ruangan yang dekat dengan bagian kepala tempat tidur. Gumpalan asapnya terlihat seperti hantu jahat yang siap menerkamku. Aku tahu aku harus sebisa mungkin meminimalisir racun yang mengenaiku. Aku bergeser menjauhi sumber asap itu. Mulut dan

