MISI

1048 Kata
CATATAN TODD Mendapati Rea tidak lagi di kamarnya itu sesuatu. Aku memeriksa semua kamera di kamarnya. Aku menyadari bahwa seseorang telah memutuskan sambungan kamera di kamar Rea dengan kamarku. Pantas saja aku terus melihatnya masih tidur. Sebagai informasi, hanya Lez atau Jiz yang bisa melakukan ini. Lez kukesampingkan sebagai pelaku, karena ia bersamaku menjemput Rea. “Jadi, penghianat itu Jiz?” gumam Lez seolah tidak percaya. Aku tidak menanggapi. Aku sibuk mengaktifkan kembali kamera dan mengganti fungsi layar di kamar Rea menjadi induk kamera di berbagai ruang lain. Aku putar ulang rekaman waktu-waktu terakhir. Di sana kudapati Jiz mengajak Rea ke laboratoriumnya. Jiz juga punya alat transportasi. Aku tahu ini alat transportasi buatan anak buah Erland. Yang mengejutkan, setelah mengirimkan Rea, Jiz dengan sengaja merekam untuk kami. “Kalian terlalu lambat menyadari. Aku dan Erland menang, telah berhasil merebut Sang Pembawa Harapan, wanita masa depanmu, Todd. Aku telah mengirimnya ke tempat Erland. Ia sedang menunggu Rea di sana. Tinggal tunggu saja hari dimana Rea akan menjadi wanita masa depan Erland, yang akan melahirkan generasi penerusnya. Menangislah, Todd. Aku puas bisa mengalahkanmu kali ini. Wanitamu memang cantik. Meski bukan untukku, tetapi setidaknya aku mempersembahkannya kepada orang yang lebih tepat. Selamat menikmati kekalahanmu, Pecundang!” Kugebrak meja. “Kita harus segera menyusul Rea, Lez.” “Iya. Siapkan dirimu. Aku akan langsung siapkan helicopter.” Kuanggukkan kepala. Lez berlari pergi. Sementara aku mengamati sekitarku, mencari jejak Rea yang mungkin masih tertinggal. Tidak ada. Dia telah membawa pula ransel dan semua miliknya. Hanya beberapa bungkus mi instan dia tinggalkan di atas meja. Kutarik nafas dalam-dalam. Aku akan menyelamatkanmu, Re. Aku berlari menyusul Lez. Kami langsung berangkat. Selagi Lez melaju, aku berkoordinasi dengan Tristaz. Tristaz setuju bahwa sudah saatnya kami bergerak dan menjalankan rencana A. Rencana yang tidak ada Jiz di dalamnya. Kukepalkan tangan mengingat nama itu. Alat khusus yang kupasang di dalam telingaku memberiku petunjuk bahwa saat ini Erland sedang bersama Rea berjalan-jalan di pabrik tablet. Dalam hal ini, aku kagum dengan keahlian multi fokus Erland. Meski sibuk menemani Rea, ia juga sibuk memberikan perintah agar anak buahnya di tempat pemeliharaan anak dan pusat pengawal pribadi bersiap-siap mengamankan. Rea hanya boleh melihat hal-hal yang baik. “Kita ke mana, Todd?” tanya Lez. Kuberikan arah agar Lez mendarat di sebuah tempat di dekat hutan, tidak jauh dari rumah Erland. Aku tahu ada celah yang aman di sana, karena akulah yang membuatnya. Anak buah Erland terlalu sibuk menuruti perintahnya untuk berbagai pencitraan dan penguasaan wilayah sehingga lengah dengan pengamanan lokasi mereka sendiri. Celah itu masih ada. Cukup untuk dilewati helicopter dengan terbang rendah dan bersembunyi di celah diantara dua batu besar. Lagipula helicopter diatur transparan. “Apa rencanamu?” tanya Lez. “Selagi teman-teman Path 09 menyiapkan penyerangan nanti malam, kita menunggu di sekitar sini. Nanti Erland akan memberikan pengalaman berkuda untuk Rea. Tidak dengan Erland, tetapi dengan salah satu pengawalnya. Akan kuarahkan pengawal itu untuk masuk ke hutan. Di sana aku akan gantikan pengawal itu.” “Aku?” “Aku akan mengantarmu ke tempat persembunyian di dekat rumah Erland. Nanti saat aku diperintah meninggalkan Rea, aku akan menemuimu. Kita bersama menerobos rumah Erland. Erland berencana melenyapkan Rea saat ia tidur.” Lez mengangguk. Wajahnya khawatir, tetapi ia berusaha terlihat tegar. “Ini pasti sangat berat bagimu, Todd. Mari kita perjuangkan Ratu masa depan Path 09.” Ucapannya membuatku melepas senyum. Kutunjukkan tempat yang aman bagi Lez. Ia mengangguk mengerti. Aku kembali berfokus kepada perjalanan Erland dan Rea. Mereka telah tiba di pusat pelatihan Pengawal Pribadi. Aku ingat dengan jelas tempat itu. Sebuah kompleks penuh berisi pemuda-pemuda rupawan yang dipilih sendiri oleh Erland. Aku pernah menjadi bagiannya bertahun-tahun. Kami menjalani berbagai pelatihan yang intinya membuat Erland senang. Mengingat kata ‘senang’ itu saja bisa membuatku mual, karena tidak sekadar senang dengan fisik kami tetapi juga pelayanan. Dunia yang tidak waras. Semoga berakhir. Aku benar-benar muak. Erland terus dengan rencananya. Rea memilih kuda. Ia sudah mulai melaju bersama sepasukan pengawal pribadi Erland. Tidak dapat kupungkiri ada rasa cemburu dalam hatiku hanya dengan membayangkan Rea berada satu kuda bersama pemuda lain, yang pasti rupawan. Dengan alat khusus dalam telingaku, kuperintahkan pemuda itu melaju cepat dan berbelok masuk ke hutan, mengarah ke tempatku dan Lez. Jelas pemuda itu bingung dengan perintahku dan Erland sekaligus. Program dalam kepalanya diterjemahkan sebagai semua perintah dari Erland. Maka meski masih di atas kuda, ia berusaha merayu Rea. Rea memberontak dan melompat turun dari kuda. Itu sangat berbahaya, Rea. Aku dan Lez segera bersiap. Kami menyaksikan Rea berusaha mempertahankan dirinya dengan satu-satunya cara yang ia bisa, menendang kemaluan pengawal itu. Pemuda itu kesakitan dan langsung pingsan. Rea segera berlari menjauh. Dengan gerak cepat aku dan Lez melucuti sang pengawal. Aku kenakan kostumnya, lalu kupacu kuda menyusul Rea. Sekali hentak, aku berhasil menariknya duduk di depanku. Aku sangat lega kembali bersamanya, meski kami di sarang musuh. Rea sangat kooperatif. Sikapnya yang jelas merendahkan dan tidak menghormati Erland nampaknya membuat Erland memutuskan urung menjadikannya pasangan. Erland memerintahkan anak buahnya bersiap melenyapkan Rea nanti malam. Tubuhku rasanya menegang, namun aku harus terus berperan sebagai robot dan menjalankan perintah Erland yang dia kirim melalui virtual antar kepala. Aku sebenarnya hanya penyadap. Pengamanan tingkat tinggi yang kuterapkan membuat Erland tidak menyadari. Syukurlah. Akhirnya tiba Erland pamit agar Rea bisa beristirahat. Aku menemani Rea di kamarnya. Rasanya hatiku begitu dingin menemaninya berbaring sambil mengusap-usap rambutnya. Perintah dari Erland lebih daripada itu. Kuharap dengan menampakkan Rea tidur, kupikir akan membuat Erland paham Rea sudah kelelahan. Setelah Rea terlihat pulas, perintah horor itu datang. Aku harus pergi. Kini kamu sendiri, Re. Kamu harus bertahan menunggu kami membebaskanmu. Setelah terlepas dari pengawasan Erland, aku segera menemui Lez. Kuganti kostum dengan seragam Path 09. Kami menerobos rumah Erland menuju lorong rahasia di kamar Rea. Aku tahu semua rahasia rumah ini. Saat masih di sini, pekerjaanku di malam hari adalah menjelajah. Aku hafal di luar kepala semua tikungannya. Kami tiba di balik lemari kaca di kamar Rea. Dengan kacamata khusus, aku bisa melihat Rea sudah mulai diracuni dengan gas. Ia berusaha menjauhi sumber gas sambil menutup hidung dan mulutnya dengan lengan. Kami bersegera membuka kaca dengan alat khusus. Beberapa detik kemudian kami sudah membawa Rea dan barang-barangnya memasuki lorong dan segera menjauhi tempat terkutuk itu. Aku tidak habis pikir. Rea tidak bersalah kepada Erland. Mengapa ia juga menjadi korban?   
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN