BERTEMAN DENGAN SETAN

1203 Kata

"Setiap bunga adalah jiwa yang mekar di alam." (Gerard De Nerval)   Aku juga terpekik. Cukup lama kami saling melotot dengan nafas terengah-engah. Ekspresi cowok itu membuatku instrospeksi diri dan harga diriku terasa mulai runtuh. “Ada apa, Bro? YA, TUHAN!” satu cowok lain merangkul bahu cowok pertama dan ikut melotot menatapku. Yang ini benar-benar over-reacted. Akward. Sekarang aku merasa seperti tontonan. Harga diriku benar-benar runtuh. Kepercayaan diriku yang tadi terisi penuh setelah makan berry hutan perlahan menguap ke udara. “Pergilah, Setaaan!” teriak cowok kedua kemudian merapalkan doa. Tangannya yang menadah kepada Tuhan, gemetar. Aku benar-benar ingin menghilang dari muka bumi ini. Aku menarik nafas dalam-dalam. Yah, aku sering berperan menjadi kuntilanak saat k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN