Hukuman

1874 Kata

Menjelang tengah malam, Ayu telah sampai di depan rumahnya. Ia turun lalu menarik kudanya perlahan-lahan, agar keluarganya tak terbangun lalu menghukumnya membabi buta. Binatang rampasan itu ia ikat di pohon, kemudian Ayu berjalan terus ke arah dapur. Ia mendorong pintu itu setelah melihat seberkas api masih hidup. Dengan hati-hati Ayu kembali menutup pintu dan ketika berbalik, ia dikejutkan dengan seseorang yang mendekatkan cahaya api di wajahnya. “Simbok, bikin kaget saja,” ujar Ayu sembari menarik napasnya. “Den Ayu, ke mana saja? Bopo dan biyungmu pontang-panting mencari. Belum lagi kang masmu itu ...” ucap pelayan setia rumah Ayu terputus. “Kang Mas Suta kenapa?” Ayu menurunkan semua bawaannya di meja dapur. “Lihat sendiri saja, Den Ayu. Sudah lama dia seperti itu.” Ayu be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN