Pulang

1874 Kata

Ayu bangun di pagi hari ketika matahari belum menampakkan keangkuhannya, ia mandi di telaga belakang bilik kecilnya, tak lupa pula ia memakan aneka dedaunan yang baik untuk kesehatannya. Gadis itu mengemas semua rapalan mantra juga pakaiannya ke dalam buntelan kain. Ia mengikat rapi rambut indahnya dan tak lupa pula menutup kepala hingga bagian perut dengan selendang panjang. Pagi itu usai memohon berkat pada sang dewi, ia berangkat untuk kembali ke rumahnya. Rasa rindu telah menghujam hatinya untuk bertemu dengan kakak lelakinya, sebab sebelum pergi ia sempat mendengar kakaknya akan dijodohkan bersama sahabat ayahnya. Sesekali Ayu berhenti untuk memetik dedaunan yang bisa dijadikan obat atau pun racun. Hari telah siang ketika Ayu berjalan di pinggir hutan, tak lepas matanya memandang ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN