Bima melirik Ayu yang kembali tertidur di meja, padahal belum lama mereka bangun, tak biasanya wanita tersebut berperangai seperti itu. Ia biasanya paling rajin mengalahkan para pelayan di pagi hari. Dan malam tadi juga dua orang itu tak melakukan apa-apa yang bisa membuat Ayu kelelahan. “Istriku, kalau tidur di sana, bukan di meja.” Bima menggoncang bahu Ayu beberapa kali agar wanita itu sadar. Ayu membuka matanya, ia melihat sekeliling, bahkan dirinya tak menyangka bisa tertidur dengan begitu mudahnya di sembarang tempat. “Aku tak boleh tidur. Ada yang harus dicari,” jawab tabib itu sembari memaksa matanya terbuka. “Ke mana?” “Ke semak belukar. Ada yang harus kupetik.” Merasa istrinya sedang tidak baik-baik saja, Bima pun mengikutinya dari belakang. Setiap sebentar wanita itu

