Mahaputra sampai di griyanya dengan rasa senang bukan kepalang. Ia telah membawa selembar surat sebagai bukti bahwa Bima tak pantas lagi disebut sebagai seorang kesatria. Dengan penuh percaya diri ia mengantar surat tersebut terlebih dahulu untuk ayahandanya. Benar saja, sang prabu awal mulanya tak percaya dengannya. Hingga beberapa kali ia memastikan bahwa Bima benar-benar telah pergi dan tak akan mungkin kembali lagi. “Kalau dia kembali, kau selesaikan saja masalah ini. Aku tak ingin lagi melihat wajahnya,” ujar Gusti Prabu dan ia langsung meninggalkan singgasana emasnya. Berita pengkhianatan Bima mulai disebarkan dengan cepat di dalam istana. Keluarganya nanti juga akan terkena imbasnya, menyusul keluarga Ayu yang terlebih dahulu merasakan akibatnya. Namun, berita itu belum sampai k

