Bab 65

1071 Kata

Sebelum Hilda pulang, Mas Bos sudah berpamitan. Wajahnya tampak cerah. Iyalah sudah berhasil jadinya bahagia. Satu kecupan dia labuhkan di keningku lama. “Pulang dulu, ya, Ra! Ingat kalau mau keluar, pakai kerudungnya.” “Iya.” “Kalau butuh apa-apa nanti telepon saja, ya!” “Iya.” “Kalau malem gak bisa tidur, misal mau dijemput bilang juga, ya!” “Dih, mulai. Katanya mau pulang.” Dia terkekeh. Habisnya kok berasa aneh, sudah punya istri, pulang masih sendirian. “Masa harus berduaan terus? Gak apa sendiri, asal hatinya di jaga saja.” “Cieee … perhatian, nih!” “Biarin, sumi sendiri, kok.” Aku mengulum senyum. Berasa ada yang menggelitik waktu mengakui kalau dia itu suami. “Iya deh, iya. Memang betul harus perhatian. Jangan sampai suaminya diperhatiin orang.” “Awas sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN