Bab 64

1450 Kata

Mendengar ajakannya buat mandi, aku kok jadi deg-degan. Apa jadinya kalau kami berduaan di kamar mandi? Katanya mau sabar, dasar cowok. Cepat banget berubah pikiran. “Hmmm … kamar mandi di sini sempit, Pak. Gak muat kalau kita berdua.” Aku mengelap tangan pada kain lap yang ada di sana. “Emang sesempit apa, sih? Kan bisa pangku-pangkuan!” Glek! Aku menelan saliva. Kok aku jadi mau, ya. Hadeuhhh … malah membayangkan pula. Duh pergi jauh-jauh pikiran kotor. "Bapak tuh, ya! Sana mandi duluan! Beneran kamar mandinya kecil banget, Pak! Coba lihat sendiri.” Dia pun menoleh, mengikuti arah pandanganku. Lalu melepas sendiri rengkuhannya dan berjalan ke sana. Dibukanya kamar mandi berukuran satu setengah meter itu. Lalu dia menoleh. “Kok sempit banget sih, Ra?” “Yey, sudah dibilang d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN