Bab 66

1119 Kata

Mas Bos menoleh padaku, lalu melirik pada Om Agi. Namun tak menunjukkan sikap apa-apa. Dia merengkuh pinggangku lalu mengangguk pada lelaki yang tingginya hampir sama itu. “Oh, saya kira Om masih semingguan lagi tinggal ke sininya?” Wajahnya sih berekspresi datar saja. Namun dari cengkeraman tangannya, sepertinya ada yang bergejolak juga di hatinya. “Sorry, saya kira kalian mau bulan madu dulu. Kebetulan tukangnya juga bisanya minggu ini. Namun tenang lah, Pram. Saya gak akan ngapa-ngapain Meera, kecuali kalau dia yang minta duluan.” Eh, maksudnya apa? Dia kira aku cewek mauan, apa? Dulu kayak cool, keren dan tampan. Sekarang kok lihatnya saja jadi sebel, ya? “Kami masuk, Om! Bulan madunya kami undur, karena gak mungkin cukup kalau hanya seminggu! Sehari saja kami bisa berkali-kali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN