Bab 67

1199 Kata

Sop iga hangat sekejap sudah berpindah ke dalam perut. Kini menyisakkan seonggok mangkuk dan piring kotor. Aku pun gegas merapikan bekas makan, sedangkan Mas Bos sudah berlalu ke dalam kamar mandi hendak mencuci tangan. Dia agak lama, entah sedang apa. Gegas aku membuka pintu kamar dan menuruni anak tangga lalu berbelok ke dapur dan menyimpan piring-piring kotor itu pada wastafel. Suasana dapur sepi, tak ada siapapun. Kuputar air kran hendak mencuci piring. Elah dalah, sabun cuci piringnya habis. “Ehmmm! Cari apa, Ra?” Aku sedikit terkejut. Pikiranku tengah terfokus pada sabun pencuci piring yang keberadaannya entah di mana. Suara itu tak salah lagi, bukan milik suamiku, tapi Om Agi. “Mau cuci piring, Om. Sabunnya habis.” Aku menoleh lalu mencoba bersikap biasa. “Tempatnya di sini!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN