Bab 61

1258 Kata

Ketukan pada pintu kamar membuatku bisa bernafas lega. Aku menyeringai lalu gegas meninggalkan dia. “Eh, mau ke mana?” Ditahannya lenganku olehnya. “Bapak jangan pegang-pegang,” bisikku dengan nada penuh tekanan seraya melepaskan tangannya. Aih, pengen godain dia dulu sekarang rasanya, hahaha. Jual mahal dikit gak apa kan? Mumpung masih tersegel, hihihi. Raut wajahnya tampak kecewa. Lagian emang mau apa? Malu kali nanti kalau ada suara-suara, eh. Ya, suara orang ngobrol maksudnya. Sudah maen sosor-sosor saja, dasar Mas Duda! Beda kali ya kalau sudah pengalaman mah, sudah pengen maen eksekusi saja. Aku kan masih polos, jadi masih malu-malu kucing, kerbau dan sejenisnya …. aku jadi bergidik sendiri ngebayangin yang iya-iya antara aku dan dia malam ini, hiyyy. Gegas kubuka saja daun p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN