Aku sudah bersiap akan mengerahkan sekuat tenaga untuk menarik bakakak ini. Ya kali kalau bagian aku lebih besar, berarti nanti aku bisa jadi salah satu pemilik perusahaan, hihihi. Tepat pada intstruksi Mang Omoy, aku sigap menarik bakakak tersebut dengan sekuat tenaga daaaan, ternyata yang terlepas hanya bagian pahanya saja. Mas Bos mengangkat satu alisnya ke atas dan tersenyum. “Aku akan tetap di atas kamu, Sayang.” Dih! Aku menjauhkan telingaku dari bibirnya. Jadi dia sudah bisa membaca apa yang kupikirkan. Namun tetap saja aku gak mau mengaku. “Aku sih sengaja narik bagian pahanya saja, secara suami lah yang harus berbagi pada istri.” “Ingat Aa Kasep, kalau sudah berumah tangga itu harus hapal pasal satu.” Mang Omoy mengambil alih kendali. Mas Bos menautkan alis dan menatap

