Bab 74

1069 Kata

Reyhan? Aku mengernyitkan dahi. Rasanya tak asing. Namun tak bisa mengingat dengan pasti. Reyhan ada banyak, ada teman kuliah ada teman SMA, ada juga yang waktu itu kenalan waktu melamar kerja. [Reyhan mana, ya? Aku punya sekodi teman bernama Reyhan.] Emoticon tertawa datang. Banyak, bahkan sampai ada yang terpingkal-pingkal. Bentar, kalau gelagatnya kayak gini berarti dia adalah. [Kamu Reyhan yang waktu itu melamar kerja bareng, ya?] tebakku. [Kok cepet banget sih, ingatnya. Iya … kamu masih di tempat kemarin?] Dia bertanya. [Iya, masih. Kamu sudah dapat kerja?] tanyaku. Lagi galau gini ada teman ngobrol, rasanya hidup terasa sedikit ringan. Gak apa, sedikit juga dari pada enggak. [Aku sekarang kerja di Aoyama Grup.] [Wah keren, dapet PMA Jepang. Gimana kesejahteraan di sana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN