Bab 55

1810 Kata

Hari ini aku masih ngantor. Setelah semua drama yang terjadi, minggu depan keluarga Mas Bos akhirnya setuju untuk berkunjung ke rumah orang tuaku dan menentukan tanggal pernikahan, yessss pokoknya. Bahagianya sampai ke ubun-ubun gajah. “Cieeee … calon istri, Bos!” Tika datang, lalu mengambil keripik singkong dari dalam toples. Keripik pemberian Mas Mantan yang gak pernah absen memberikan camilan buatku. Mas Mantan, makin hari, makin perhatian kurasa. “Ish, berisik.” Aku mendelik. Rusuh kalau sudah ada Tika. “Tapi seneeeeng ‘kaaan?” Dia berucap lagi seraya mengerling, lalu menarik kursi Bang Ferdi dan duduk di sampingku. Bibirnya tak henti komat-kamit karena mengunyah keripik. Sudah kayak mesin penggilingan, gak berhenti-berhenti. Eh, tapi lebih mirip Mbak Dukun yang komat-kami

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN