Adara memejamkan matanya begitu hangatnya pelukan Ibun menyambut. Menimbulkan getaran berbeda yang dirasakan hati terdalamnya. Adara berkali-kali mengingatkan diri untuk tidak menangis. Ia sudah terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menangis. Dan ia enggan terlihat lebih menyedihkan. Meja makan yang biasanya diisi dengan suara tawa yang saling bersahutan, juga Rhea dan Adara yang tidak bisa berhenti bicara saat bersama, pagi tadi hanya diisi kesunyian. Tidak ada tawa, tidak ada yang bicara. Ibun sampai berkali-kali melirik Rhea yang cemberut lantaran Adara terlalu fokus dengan sarapannya. Juga Ragha yang hanya bisa menghela napas begitu menyadari hal berbeda di pagi ini. Tapi setelahnya, tidak ada yang mempermasalahkan. Walaupun Rhea khawatir bukan main, ia tidak bisa asal mengatakan p

