36. Bersahabat dengan Sakit

1057 Kata

Gambarannya indah begitu kilasan masa lalu, yang bagaikan tayangan film, hadir menghinggapi ingatan. Memutar paksa kejadian demi kejadian yang tidak pernah menemui titik kelelahan. Walau mungkin kepala bertanya dalam diam, hati berkoar-koar dalam luka, juga mata menyipit sendu menahan tangisan. Toh keduanya tetap menjalani hari-hari layaknya pasangan. Kehadiran Adara berhasil mengusik titik tenang. Mengirimkan satu sinyal bahaya yang sayangnya tidak bisa diabaikan. Memaksa langkah kakinya untuk mendekat, menyapa dalam kata, juga berharap bisa menetap. Dengan pengharapan panjang, jika apa yang sudah dimulai tidak akan menghampiri titik akhir. Tapi semesta mengajarkan banyak hal dalam hidup. Termasuk satu ketetapan yang tidak bisa ditentang sembarang makhluk. Karena yang namanya makhluk s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN