Selama menjalani ospek, pandangan Alvin tak pernah teralih dari Aira. Rasa bersalahnya yang membuat lelaki manis dengan tinggi sekitar seratus tujuh puluh lima itu tak melepas pandanganya pada Aira. “Ada masalah apa sebenarnya lu sama tu maba?” Tanya Diandra, sahabat Alvin selama kuliah di kampus ini. “Gue pernah bikin dia mabuk, dan membawanya ke hotel,” jawab Alvin menggantung. “Lu apain dia?” tanya Diandra yang seakan kecewa dengan pengakuan sang sahabat. “Gue gak tau, apa yang di lakuin temen-temen saat itu. Gue yang nyaranin buat bikin mabuk Aira, terus di jebak bareng Derren. Adik kelas gue yang juga sama reseknya sama Aira, gue gak bermaksud lebih dari itu. Tapi, seperti yang gue dengar barusan. Mungkin sudah terjadi sesuatu antara Derren dengan Aira malam itu,” jel

