“Lu ada masalah sama gue, langsung hadapi gue!” Aira mencengkeram kaos Alvin dan mendekatkan lelaki itu tepat di depan wajahnya. Aira menghempas Alvin dengan kasar, karena dia tau jika orang di depannya tidak akan pernah menjawabnya. Dari dulu memang seperti inilah Alvin. Mencari gara-gara namun tak berani jika langsung di tantang oleh orang yang yang di maksud, terutama Aira. “Kenapa gak jawab?” tanya Diandra setelah kepergian Aira. “Ya lu mikir dong, mana pernah gue ngelawan perempuan. Menang pun akan di kata cemen, apa lagi kalah, bisa ancur reputasi gue di kampus ini,” jawab Alvin jengkel dan meninggalkan Diandra sendirian. “Kapan sih kamu menyadari kalau aku mencintai kamu Vin?” tanya Diandra pada punggung Alvin yang semakin menjauhi dirinya. Sebenarnya, bukan Alv

