Tidur malam yang tak nyenyak, membuat Alvin keluar dari kamar. Duduk di balkon yang berada di kamarnya, melihat lurus ke depan dan melihat dua orang yang tengah duduk di taman. Seakan membicarakan sesuatu yang serius, namun semenit kemudian dua orang itu berpelukan saling memberi kehangatan di malam dingin. “s**t” Itulah kata yang terlontar ketika Alvin melihat pelukan yang berubah menjadi ciuman. Bagaimana tak merasa sial jika wanita yang ingin di miliki tengah berciuman dengan sang suami. Sebenarnya Alvin tak berhak marah, tapi api cemburu sudah mengambil alih otak dan hatinya. Menguasai diri lelaki itu dengan merasuki darah dan daging sehingga membuat amarah itu meledak. Tak ada yang di salahkan, Alvin memukul tembok tak bersalah di sampingnya. Sungguh pemandangan yang hany

