Pagi hari adalah godaan terbesar bagi Derren dan Aira. Karena pada saat itu hasrat Derren sungguh besar. Sedangkan Aira sudah enggan karena malam dia kelelahan mengurus Damar. Aira tetap melayani suaminya dengan sepenuh hati. dia berpikir jika itu adalah hak Derren dan kewajiban baginya. Biar bagaimana pun juga, Derren tidak pernah melalaikan kewajibannya. Memberikan nafkah lahir dan kebahagiaan batin bagi Aira. Selalu memprioritaskan istri dan anak sebagai bagian terpentingnya. Selain itu juga derren selalu memberikan apa yang di butuhkan oleh Aira selama ini. Tidak ada alasan untuk Aira menolak hal ini, ya meski hampir setiap pagi mereka melakukan senam di bawah selimut. Selain itu dia akan berdosa jika menolak ajakan suami sah, karena itu akan membuat sang suami untuk berpik

