Derren dan Aira bangun sekitaran jam delapan pagi, karena begadang. Karena ada meeting jam sepuluh pagi, Derren pun bangun dengan terpaksa. Tetapi Aira? Dia terbangun karena sang putra rewel minta di kasi ASI. Apa yang di katakan Miranda benar, p****g s**u Aira kini tampak bengkak dan terasa sangat perih sekali. Derren tidak tau kenapa istrinya itu mengeluarkan air mata saat memberi ASI pada putranya. Dia berpikir kalau Aira terharu melihat putra yang ia perjuangkan sangat bergantung padanya. Derren yang biasanya di bantu dalam bersiap untuk ke kantor. Mulai hari ini dia melakukan sendiri selayaknya sebelum menikah. Bukan tidak mau, tetapi dia merasa jika itu sangat tidak perlu. Semua karena mengurus si bayi kecil sangatlah melelahkan. Derren tau itu. Tidak banyak yang bisa di

