18 - Dukungan

1611 Kata

“Masih belum mau cerita?” tanya Fauzi pada Dinda, istrinya. Dinda hanya menggeleng pelan lantas melirik pada Fawnia, yang masih meringkuk memejamkan mata. Dia tau Fawnia tidak sedang tidur, hanya sedang mencoba menenangkan diri dari segala hal yang membuatnya tersiksa sejak kemarin sore. “Belum, pelan-pelan saja jangan terlalu dipaksa.” bisik Dinda tak ingin sang adik ipar mendengarnya. “Dimitri sudah bisa dihubungi?” Dinda bertanya setelah menarik lengan suaminya sedikit menjauh dari tempat tidur Fawnia. Fauzi menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa seraya menghela nafas pelan. “Ponselnya gak aktif, sepertinya dia punya nomor lain yang nggak kita tahu.” “Terus?” “Fauzan sedang perjalanan ke rumah mertua Fawnia.” “Sendirian?” tanya Dinda sedikit cemas. Bertahun-tahun menjadi sauda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN