Aku berdiri di hadapan mesin waktu, membalikan badan, menatap satu persatu orang yang baru aku temui, tentang mereka yang unik, tentang mereka yang membuat cerita baru di kehidupan aku dan tentang mereka yang membuat aku semakin berniat menjadi orang yang lebih berguna. Aku menatp satu persatu teman baru, memang gak semua bisa hadir, terutama yang saat ini dapat tugas menjaga perbatasan dan sekarang hanya ada Rose, Joe, Ken dan satu laki-laki yang selalu aku lupa namanya. “Kamu punya Joe ya, sama dong kayak aku, aku juga punya Joe, dia bawel, dia rusuh tapi dia selalu ada buat aku, dia selalu mengutamakan aku diatas kepentingan dia, selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk aku dan selalu mau menjadi pelindung untuk keselahan yang aku lakukan,” jelasku yang membuat Rose tersenyum bahagi

