BAB 53_TERKUAK

995 Kata

Dan 24 jam berlalu, tiba-tiba Aderald mendapatkan ketukan pintu dari Jono. "Masuk!" seru Aderald. "Maafkan saya, Tuan. Saya membawa berita penting," ujar Jono. Aderald masih menutup matanya. Laki-laki itu duduk di kursi goyangnya sejak sore. "Ada apa?" lirihnya. "Tepat 5 menit yang lalu, anjing itu mati, Tuan," ucap Jono yang membuat mata Aderald langsung terbuka. "Kk-kamu yakin itu?" "Yakin, Tuan," jawab Jono tegas. Aderald berdiri. "Panggilkan aku Ratih, sekarang!" seru Aderald dengan mata menyala-nyala. Gegas Jono berlari. Di sisi lain, Ratih sejak kemarin tak merasa tenang. Nindi mendekatinya ke kamar. "Mana Papa, Ma?" "Belum pulang kerja," jawab Ratih datar. Raut wajahnya benar-benar jauh dari rasa damai. "Mama jangan khawatir. Tak akan ada yang tahu kok. J

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN