Masa kini. Jepang, 2021. Cyrene terpaku ketika semua ingatan pada masa itu berakhir di sana. Air mata tak lagi dapat keluar, meski hatinya terkoyak. Sementara Haku melepaskan segala kabel yang terhubung padanya. Dia berdiri dan menghampiri Cyrene. Tidak ada ucapan sepatah kata pun, dia hanya menepuk bahu gadis itu dengan lembut. Cyrene menelan salivanya dengan susah payah dan mendongak menatap pria berambut pendek yang memiliki bekas luka di dahinya itu. “Di mana … makamnya? Sakhi, gadis itu …. Aku ingin bertemu,” ucapnya dengan nada bergetar. Haku pun mengangguk dan membawanya keluar dari markas. Cyrene mengambil kembali peti senjatanya dan terus mengikuti Haku dari belakang dengan penuh tanda tanya. Ke mana dia akan membawanya? Perjalanan itu cukup jauh. Mereka harus melewati jalan

