Lantas dia menggoyangkan jamnya karena dikira rusak. Lalu, Guso mendekat ketika habis menembakkan petir-petirnya dengan tongkat sihir yang dia miliki. “Redric, jammu tidak rusak. Memang waktu berjalan lambat saat dia muncul ke permukaan!” teriaknya. “Sekarang, pakai segelmu itu!” Redric pun langsung berlari lebih dekat dan mengeluarkan salibnya. Ya, Redric selalu percaya pada Tuhannya ketika menyegel sosok iblis. Pria itu memanjatkan mantra yang lebih kuat dari sebelumnya. Matanya terpejam dan perlahan lingkar cahaya keluar dari hadapan iblis itu. Cahaya berwarna merah yang terkumpul dan terbang ke genggaman Redric. Sementara Carden masih menahan iblis itu dengan kekuatannya, Redric mulai menekan kedua tangannya hingga cahaya itu bergerak dengan kepanikan. Ozzazin tidak bisa bergerak ka

