Bibir mereka hampir menempel, tetapi ada celah di sana yang membuat Kerie bisa melihat dengan jelas. Suatu cahaya merah muda keunguan keluar dari mulut Cyrene dan mengalir masuk ke mulut Hyusa. Lalu tak lama, tubuh Hyusa bercahaya. Kerie memperhatikan dengan saksama, beberapa detik kemudian, tubuh Hyusa terlihat rileks dan napasnya stabil. Ekspresi wajahnya pun mulai tentram. Dengan begitu Cyrene melepaskan diri dan kembali mengatur pernapasannya. “Aku sudah mencoba menetralkan energinya. Setidaknya dia akan bertahan selama dua belas jam ke depan. Kita tetap harus membawanya pada tim keselamatan Clam.” kerie mengangguk dengan masih terpana atas kejadian barusan. “A-aku tidak tahu kau bisa melakukan itu.” Cyrene tersenyum. “Aku mempelajari itu sejak kecil. Kata ibu, kalau aku tidak bisa

