Turun dari motor, Miki melangkah gontai memasuki sebuah bangunan dengan lambang salib di bagian depan atas. Pemuda itu menghela napas panjang sebelum memantapkan langkah memasuki tempat tersebut. Hatinya bergetar saat ucapan Heksa tempo hari teringat kembali. Kala itu Miki bertanya, mengapa Heksa masih mau berteman dengannya? Heksa tentu saja bingung, dan Miki menjelaskan. "Kita beda. Tuhan kita enggak sama." "Ya, terus? Di dunia ini ada yang namanya toleransi. Kita beda bukan berarti kita enggak bisa sahabatan." Miki menyatukan kedua tangannya, kemudian mulai berdoa. Baru sekarang lelaki itu benar-benar khusyuk berdoa. Selama hidup, Miki jarang sekali meminta. Bahkan, saat orang tuanya bercerai dan sang mama memutuskan untuk menikah lagi, ia tak banyak menuntut. Namun, kali ini Miki in

