Hadian tak tahu lagi bagaimana harus menghadapi putranya. Seandainya Bara mengaku menyesal dan mau meminta maaf dengan tulus tanpa mencari pembenaran, apalagi sampai menyalahkan Aulia atas apa yang terjadi, posisinya tidak akan sesulit ini. Walaupun tetap tak sederhana, setidaknya Aulia memiliki rasa iba dan bersedia menimbang untuk memberi kesempatan kedua. Namun, apa yang Bara lakukan? Pria itu malah menabur garam di atas luka yang menganga, membuat rasa sakit Aulia semakin hebat menyiksanya. Hadian bisa saja memohon pada sang menantu agar bersedia memaafkan Bara, tetapi semua tidak akan mudah karena ayah perempuan itu pasti tidak akan sudi mengampuni. Ia juga terlalu malu untuk memohon setelah semua yang Bara lakukan. "Kamu itu kebiasaan, setiap aku di posisi sulit bukanya membantu ma

