105. PERNIKAHAN DINI Terimakasih Mama Mertua Penulis : Lusia Sudarti part 105 (part-part akhir) Aku mau lihat bagaimana reaksi Naryo setelah melihatku menikah dengan Ferdi, pemuda tampan kaya dan yang paling penting baik hati. Kami memasuki wilayah perbatasan antara kota dan pedesaan. Papa mengemudi dengan santai.. "Disini mayoritas perkebunan ya Pak?" tanya Papa kepada Bapak. Sembari mengedarkan tatapan ke sisi jalan. Dimana terdapat perkebunan luas membentang. "Iya Pak, di sini memang perkebunan. Penghasilan penduduk memang dari hasil berkebun," jawab Bapak. "Tetapi kami sudah tak punya kebun lagi Pa. Semua sudah di jual untuk biaya rumah sakit Lita lebih dari lima puluh juta," sahutku, Papa, Mama dan Mas Ferdi menoleh kearahku dengan wajah terkejut. "Lita memangnya sakit apa?

