104. PERNIKAHAN DINI Penulis : Lusia Sudarti Part 104 "Non, di tunggu Ibu di meja makan," ujar seorang asisten yang bekerja di rumah mertuaku. "Oh iya Mbak, terimakasih," jawabku. Aku memindai ruangan yang aku tempati saat ini. Kesadaranku belum kembali. 'Oh iya ya, inikan rumah mertuaku," gumamku lirih. Aku merenggangkan otot tubuhku yang terasa pegal. P3rgvmvlan dengan suamiku menghabiskan energi dan tenaga. Aku teringat pesan dari asisten Mama bahwa aku dan Mas Ferdi di tunggu di meja makan. perlahan aku bangkit dan meraih selimut untuk membungkus tubuhku yang tak memakai busana sama sekali. Kedua kakiku pelan menapak lantai keramik yang terasa dingin. Namun sebelum berdiri dengan sempurna, aku merasakan pinggangku dipeluk dan di tarik kebelakang. Aku yang tak menyadari akan m

