"Rizky?" gumam Alvian sontak berdiri tegak lalu berlari keluar dari dalam restoran. Hal yang sama pun dilakukan oleh Ajeng. Wanita itu berlari tepat di belakang Alvian dengan perasaan was-was. Semoga saja pria itu tidak menyadari kebohongan Rizky. Semoga Alvian tidak mencurigai mereka dan semoga wanita bernama Yuanita itu benar-benar tewas di jurang dan jasadnya di makan hewan buas. "Mudah-mudahan Pak Bos gak curiga sama Rizky dan aku," batin Ajeng, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam ia merasa tidak tenang. Pintu mobil pun dibuka, Rizky dengan wajah babak belur keluar dari dalam mobil, darah segar nampak menetes dari lubang hidungnya begitupun dengan ujung bibirnya yang mengeluarkan cairan merah. Beberapa luka lebam pun hampir memenuhi wajah seorang Rizky. "Pak-Pak Bos," sapa Rizk

