Yuanita membaca dengan seksama surat pribadi yang ditulis dengan tangan Abimanyu sendiri. "Apa kabar, menantu kesayangan kakek? Saat ini Alvian pasti lagi marah besar sama kamu karena dia gak dapat sepeserpun harta kakek. Rumah tangga kalian pasti lagi gonjang ganjing sekarang. Cucu kakek yang nakal itu pasti lagi merajuk kayak anak kecil. Iya, 'kan?" Yuanita tersenyum ringan, apa yang tertulis di sana persis seperti apa yang sedang ia alami saat ini. Sang kakek seolah tahu apa yang akan terjadi, padahal Abimanyu menulis surat tersebut sebelum pria tua itu wafat. Yuanita kembali membaca surat tersebut. "Tapi, Sayang. Bukan tanpa alasan kakek melakukan hal ini, bukan berarti kakek gak sayang sama cucu kakek. Kakek cuma belum percaya sepenuhnya sama Alvian, kakek takut dia meninggalkan ka

