Bab 21. Mak Lampir

1013 Kata

"Ini rumah saya, Yuanita. Berani sekali kamu mengusir saya, hah?" teriak Alvian semakin merasa murka. "Rumah kamu? Kata siapa rumah ini rumah kamu, hah? Apa kamu lupa kalau kakek udah mewariskan rumah ini sama aku?" bentak Yuanita seraya tersenyum sinis. Alvian seketika mengusap wajahnya kasar dengan kedua mata terpejam. Ia sempat melupakan fakta bahwa kakeknya yang baru saja tiada telah mewariskan seluruh hartanya kepada sang istri termasuk rumah ini. Jika ia keluar dari rumah itu, maka dirinya akan menjadi gembel. Meskipun Alvian Syailendra memiliki tabungan dalam jumlah yang lumayan besar, tapi dirinya tidak ingin kehilangan seluruh harta milik sang kakek yang berjumlah miliaran atau bahkan triliunan, ia bahkan tidak tahu persis berapa total kekayaan yang dimiliki oleh kakeknya sendir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN