Happy Reading
Sebuah mall yang sangat besar yang terletak di pusat Jakarta Barat. Dalam mall itu terdapat sebuah butik yang menjadi andalan para kaum sultan karena satu set pakaiannya yang sangat mahal. Itu dikarenakan brand yang menaungi butik itu juga besar. Hanya orang-orang berdompet tebal saja yang bisa masuk ke sana.
Di sinilah Kaila dan Arcel sekerang. Di dalam butik bernama 'Golden and Fairy'. Kaila tak henti-hentinya memandang takjub pada isi butik itu. Sangat terlihat kemewahan dari butik itu.
Kaila mencoba mendekati salah satu gaun yang menurutnya sangat bagus. Matanya langsung terbelalak melihat harga yang begitu fantastis dari gaun itu. Ia menelan salivanya dengan susah.
Walaupun Papanya Kaila itu termasuk pengusaha yang sukses. Tapi sejak kecil ia tak pernah membeli barang yang terlalu mahal karena menurutnya itu terlalu pemborosan. Oleh karena itu, ia akan datang ke toko atau butik di saat dia memang butuh pakaian baru. Tapi selama hidupnya tak pernah memasuki butik semahal ini.
Kaila memperhatikan Arcel yang tengah telponan dengan seseorang. Ia segera mendekati Arcel ketika ia telah selesai berbicara dengan seseorang di telpon.
"Arcel"
"Iya, Kaila. Ada apa?" tanya Arcel seraya memasukkan ponselnya dalam saku celananya.
"Kita pergi ke butik yang lain aja yuk. Atau enggak kita ke butik tempat langganan aku aja," celetuk Kaila
Kaila sangat khawatir jika membeli gaun di sini akan banyak memakan banyak biaya. Ia tak mau merepotkan Arcel. Ia tak mau nanti disebut sebagai perempuan matre.
"Emang kenapa? Enggak suka yah?" tanya Arcel
"Bukan kayak gitu. Hanya saja harganya terlalu mahal," bisik Kaila
Arcel langsung terkekeh mendengar jawaban Kaila.
"Kamu tenang aja. Belikan gaun untukmu enggak akan menguras isi dompetku kok," jawab Arcel seraya mengusap rambut Kaila.
"Tapi, kan...."
"Yo! Arcel, my friend. Akhirnya datang juga," sapa seorang pria dengan rambut blonde.
"Hai, Harry. Lama tak jumpa," sapa Arcel kembali seraya berjabat tangan dengan pria bernama Harry itu.
"Kau sih sibuk orangnya. Hmm, apa dia wanita yang kau ceritakan?" tanya Harry ketika melihat sosok Kaila yang berdiri di belakang Arcel.
"Oh iya, dia orangnya. Perkenalkan namanya Anulika Kaila. Dia pacarku," jawab Arcel seraya menarik tangan Kaila mendekat ke arahnya.
Tampak Harry terkejut dengan perkataan Arcel. Ia pun menyodorkan tangannya pada Kaila.
"Harry Cullen, sahabatnya Arcel. Salam kenal ya, cantik," sapa Harry seraya mengedipkan sebelah matanya pada Kaila.
Kaila hanya tersenyum canggung dan membalas jabat tangan Harry.
"Udah! Kau ini kebiasaan banget sih," protes Arcel yang langsung menarik tangan Kaila.
"Idihh, seorang Arcel ternyata bisa cemburu juga yah. Hei, Kaila jangan mau terlalu diperintah sama caplang ini," sindir Harry
"Ha?! Caplang?! Apa itu?" tanya Kaila
"Caplang itu nama panggilanku untuk dirinya. Liat aja telinganya yang besar itu," hina Harry
"Sepertinya kau senggang banget yah Harry," desis Arcel dengan pandangan tajam.
"Sorry ma bro. Baiklah, karena kalian udah datang. Mari aku ajak kalian untuk melihat pakaiannya," balas Harry seraya berjalan duluan.
"Ayo Kaila," ajak Arcel
"Pakaian apa Arcel?" tanya Kaila dengan nada sedikit berbisik.
"Ada deh, nanti kamu juga akan liat," jawab Arcel dengan senyuman.
Kaila langsung mempoutkan bibirnya karena Arcel tak ingin memberitahukannya.
"Nah, ini asistenku. Dia akan membawa Kaila ke ruang fitting dan membantunya untuk make up juga," ucap Harry
"Loh?! Arcel, kamu udah beli gaunnya?!" tanya Kaila dengan pandangan terkejut.
"Eih?! Kau enggak kasih tau pacarmu kalau kau udah memesannya duluan," celetuk Harry
"Nanti aku jelasin. Yang penting sekarang kamu ganti pakaianmu dulu yah," balas Arcel
"Mari Nona ikut saya"
Kaila langsung mengikuti langkah asisten itu menuju ruang ganti. Selepas perginya Kaila, Arcel memandang tajam pada Harry.
"H-Hei, kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Harry dengan pandangan sedikit takut.
"Kau daritadi banyak omong ya," protes Arcel
"Ya maaf Arcel. Kau tau sendiri bagaimana sifatku," balas Harry
Arcel menghela napas kasar.
"Untung aja kau enggak ngomong soal itu," timpal Arcel
"Kau tenang aja. Aku tau kok batasanku. Ya udah, kau ikut aku buat mengganti pakaianmu," balas Harry
Arcel segera mengikuti langkah Harry untuk mengganti pakaiannya juga.
***
Wah, ternyata benar-benar pas di tubuh Nona. Saya dan Tuan Cullen sempat khawatir kalau gaunnya enggak pas. Pacar Nona hebat juga yah," puji asisten itu.
Kaila menjadi terheran, bagaimana Arcel bisa tau ukuran tubuhnya. Apa dia punya indra penglihatan ganda.
"Iyah, dia sangat hebat," tambah Kaila dengan senyuman manis.
"Nona tenang saja. Gaun ini tidak akan ada yang bisa menirunya. Karena gaun ini dibuat khusus hanya untuk Nona," jelasnya
Sontak Kaila memandang terkejut pada asisten itu.
"Apakah benar hal itu?!" tanya Kaila
"Iyah Nona. Tuan Cullen pernah bilang kalau pacarnya Nona itu menghubunginya secara pribadi untuk menyiapkan gaun yang spesial ini," jelasnya kembali.
Kaila merasakan hatinya menghangat. Perlakuan Arcel padanya terlalu manis.
***
"Nah, sudah selesai Nona. Ayo kita keluar"
Kaila segera keluar dari ruang fitting. Ia melihat Arcel yang tengah berbincang dengan Harry.
"Arcel"
"Kamu udah se...."
Arcel melebarkan matanya melihat sosok Kaila di depannya.
"Kenapa? Enggak bagus yah?" tanya Kaila seraya memperhatikan gaun yang ia pakai.
Arcel mendekati Kaila dan menyentuh bahu wanita itu. Arcel tersenyum lebar.
"Kamu cantik banget, sayang. Aku seperti liat bidadari di hadapanku," puji Arcel
"Kamu bisa aja. Kamu juga tampan kok. Aku kayak liat pangeran di depanku," puji Kaila juga
Arcel sedikit malu dengan pujian Kaila terhadapnya.
"Haduh, kalian ini mau sampai kapan saling memuji. Liat ini udah mau jam delapan malam. Apa kalian enggak akan pergi?" sindir Harry
Kaila jadi tersenyum canggung.
"Ya juga. Kalau gitu kita pamit pergi yah Harry. Makasih buat desainmu ini," ucap Arcel
"No problem dude"
Arcel dan Kaila segera bergegas menuju tempat acara itu. Arcel tak henti-hentinya melihat wajah Kaila yang menurutnya sangat bersinar malam ini.
"Kenapa terus menatapku? Liat ke depan. Nanti ada apa-apa lagi," omel Kaila yang cukup malu karena sedari tadi dipandang Arcel.
"Kamu terlalu cantik sih malam ini. Harusnya aku kasih tau untuk enggak usah terlalu membuatmu cantik malam ini," timpal Arcel
"Arcel! Gombal terus," tutur Kaila
'kring-kring'
Kaila langsung mengambil ponselnya yang berdering. Ia sedikit memutar bola matanya ketika melihat nama penelpon.
"Ya, halo. Kak," ucap Kaila
["Kau ada di mana adik sayangku?"]
"Ngapain kakak nanya aku ada di mana?" ketus Kaila
["Ih, ditanya baik-baik malah gitu jawabnya. Emang dasar adik durhaka"]
"Udahlah, kak. Kakak mau bilang apa sih?" tanya Kaila
["Baiklah. Mumpung hatiku saat ini sedang cukup bahagia. Aku mau kasih tau padamu kalau sekarang aku ini sedang ada di sebuah acara yang besar. Mau tau enggak saat aku bilang pada Papa dan Mama untuk mengajakmu, mereka bilang 'Enggak usah ajak anak pembawa sial. Yang ada bikin malu nanti', gitu kata Mama. Padahal yah aku ini ingin banget kau ikut. Mau tau enggak hal yang lebih spesial lagi. Irsyad ada di sini dan dia memperkenalkanku pada semua orang kalau aku ini pacarnya. Bagaimana? Hebat kan?"]
"Udah? Itu aja? Kalau enggak ada hal lain lagi. Aku tutup ya," balas Kaila seraya menutup panggilan itu.
"Kenapa Kai?" tanya Arcel
"Biasa. Kak Dianti datang memprovokasiku," jawab Kaila
"Provokasi gimana?" tanya Arcel kembali.
"Dia bilang, dia beruntunglah karena diajak ke acara besar sama Papa dan Mama. Terus Irsyad yang memperkenalkan pada semua orang kalau kakak itu pacarnya. Haduh, dia kira aku ini bakal sakit hati apa," jelas Kaila
Arcel tersenyum tipis dan penuh arti.
Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Arcel sampai di depan sebuah gedung besar tempat dilaksanakannya acara amal. Sebelum Kaila turun dari mobil, Arcel sudah duluan membukakan pintu untuknya dan langsung menggandeng tangan Kaila. Kaila tersenyum bahagia akibat perlakuan itu.
Kaila memandang takjub pada interior ruangan itu. Salahkan saja jiwa desainnya yang begitu besar hingga sangat antusias jika sudah melihat ruangan yang begitu indah.
"Eh?! Itu siapa ya? Wah, tampan dan cantik banget"
"Pria itu tampan banget sih. Dia artis kah?"
"Wanitanya juga sangat cantik tau. Wuih, pasangan serasi nih"
Kaila sedikit malu akibat pujian dari beberapa orang. Sungguh dari awal masuk ke sini, sudah banyak orang-orang yang memperhatikan mereka.
"Kaila! Kok kau di sini?!"
Kaila sangat terkejut melihat Dianti dan kedua orang tuanya yang tengah menghampiri mereka. Begitu pula dengan Irsyad.
"Bagaimana bisa kau datang ke sini?" tanya Dianti dengan tatapan tidak suka.
"Emang ada peraturannya yah kalau aku enggak boleh dateng?" sindir Kaila
"Kaila adalah pasangan saya. Makanya dia bisa datang ke sini," celetuk Arcel
Irysad memandang tidak suka pada Arcel yang memeluk pinggang Kaila begitu mesra.
"Cih, padahal kau hanya seorang dosen. Tapi kau bisa juga datang ke sini," hina Irsyad
"Irsyad! Kau...."
Ucapan Kaila langsung terpotong karena Arcel menahannya.
"Kenapa enggak boleh? Saya punya undangan masuk ke sini. Jadi saya dan Kaila tentu boleh masuk ke sini," jawab Arcel
"Selamat datang Tuan Andhra! Kenapa berdiri di sini? Ayo masuk," sapa seorang pria yang sedikit paruh baya.
"Halo, Tuan Fernand. Terima kasih karena sudah mengundang saya ke sini," sapa Arcel balik
"Tuan Fernand kenal dengan pria ini?" tanya Emran
"Tentu saja Tuan Gajendra. Tuan Andhra ini adalah penyumbang dana amal terbesar di sini," ungkap Tuan Fernand
Sontak mereka semua memandang Arcel dengan tatapan terkejut. Terutama Kaila yang sangat terkejut mengetahui hal itu.
Apa yang enggak kuketahui darimu Arcel? Kau sepertinya menyimpan banyak rahasia dariku ~ batin Kaila
Quote of the day:
Semua tentangmu aku ingin mengetahuinya. Semua tentangku, kubiarkan kau mengetahuinya.
~TBC~
Bagaimana dengan chapter ini???
Jangan lupa untuk love dan comment nya reader!!!
See you in next chapter!!!