Pacarku, Arcel

1066 Kata
Happy Reading Seorang pria tengah duduk di sebuah lobi apartemen. Sepertinya ia tengah menunggu seseorang. Ia menyadarkan tubuhnya pada kursi di lobi itu. Setiap kali orang yang melewati dirinya pasti langsung memandang kagum pada sosok dirinya. Bagaimana tidak, style yang membuat siapa saja teroana dengan ketampanannya. Apalagi rambut hitam yang ia tata ke atas hingga memperlihatkan kening mulusnya. Apalagi senyum yang senantiasa terpatri di wajahnya membuat ketampanannya yang ia miliki bertambah menjadi berkali-kali lipat. Tapi pria itu sama sekali tak memperdulikan berbagai tatapan itu. Karena yang terpenting menurutnya adalah kehadiran sosok yang baru saja keluar dari sebuah lift dan sedang berjalan ke arahnya. "Arcel! Udah lama yah nunggunya?" celetuk Kaila yang bergerak mendekat. Seketika Arcel bangkit dari duduknya dan memperhatikan Kaila dari atas sampai bawah. Arcel tak dapat berkata-kata ketika melihat ciptaan Tuhan yang begitu indah di depannya. Kaila yang bingung karena Arcel tidak meresponnya, langsung menjentikkan jarinya. "Kamu kenapa Arcel? Kok melamun?" tanya Kaila Arcel langsung tersadaar dari lamunannya. "A-Ah, O-Oh, enggak kok hanya gugup aja melihat malaikat di depanku," goda Arcel Pipi Kaila langsung berubah merah mendengar gombalan Arcel. Ditambah jantungnya yang berdetak sangat kencang. "Apaan sih Arcel?! Biasa aja kali," protes Kaila yang tersenyum malu. "Ihh, orang berkata jujur juga," timpal Arcel yang semakin melebarkan senyumnya karena melihat Kaila salah tingkah. "Udah ah! Ayo pergi," balas Kaila "Ya udah, ayo," ujar Arcel seraya menarik tangan Kaila menuju mobilnya. Hari ini Arcel akan membawa Kaila ke taman bermain. Mumpung hari ini Kaila tidak memiliki jadwal kuliah. Lagipula sudah lama ia tidak pergi bermain ke sana. Karena saat berpacaran dengan Irsyad, ia tak pernah sekalipun diajak kemari. Palingan Kaila akan diajak makan atau pergi nonton di bioskop. Padahal Kaila sangat ingin bermain ke taman bermain. Tapi Irsyad malah mengatakan akan seperti anak kecil saja. Akhirnya mobil Arcel sampai di halaman parkiran taman hiburan. Kaila memandang dengan penuh kebinaran saat turun dari mobil. Arcel yang melihat hal itu seketika terkekeh gemas melihat Kaila seperti anak kecil. "Kai, ayo kita masuk," ajak Arcel Kaila mengangguk semangat. Arcel menggenggam erat tangan Kaila supaya pacarnya itu tak hilang dari pandangannya. Karena saat ini Kaila benar-benar seperti anak kecil. Arcel jadi sedikit bingung, apakah Kaila tak pernah ke sini hingga saat melihat taman bermain ia tampak sangat antusias. "Bagaimana kalau kita main itu?" tawar Arcel seraya menunjuk tempat bermain menembak. "Boleh. Ayo," balas Kaila seraya menarik tangan Arcel. Arcel sedikit terkejut dengan tarian Kaila yang begitu kuat. "Permisi, Mas. Berapa bayar kalau main?" tanya Arcel "20.000 Mas untuk tiga kali menembak," jawab pedagang itu. "Hadiahnya apa?" tanya Arcel lagi. "Jika Mas bisa menembak tiga kali tepat sasaran, Mas akan saya kasih boneka besar ini," jelasnya. "Baiklah. Ini uangnya" "Semangat Arcel!" celetul Kaila Arcel tersenyum mendengar kata Kaila. Ia pun mengambil pistol mainan itu. Ia mulai mengarahkan pada sasaran yang ditembak. 'dor' 'dor' 'dor' Kaila maupun pedagang itu dibuat takjub dengan kemampuan menembak Arcel. Bagaimana bisa Arcel menembaknya tanpa adanya jeda? Bahkan semuanya tepat sasaran. "Wah, Masnya hebat banget. Baru kali ada pelanggan saya yang melakukannya hanya satu kali percobaan," puji pedagang itu. "Biasa aja Mas" "Ini Mas, hadiahnya" Arcel menerima boneka berupa Teddy Bear berwarna coklat sebagai hadiah. Ia lalu berbalik dan menyerahkannya pada Kaila. "Untukmu" "Untukku?" "Ya iyalah sayang. Aku main ini kan untukmu," timpal Arcel "Makasih Arcel," balas Kaila dengan senyuman manis. "Kamu mau main apa lagi?" tanya Arcel "Aku mau naik itu," jawab Kaila seraya menunjuk ke arah bianglala. "Ayo" Kaila dan Arcel menaiki satu tempat di bianglala. Kaila memandang takjub ketika bianglala itu mulai bergerak. "Kamu seneng banget, Kai. Apa kamu belum pernah menaikinya sebelumnya?" tanya Arcel "Belum pernah. Waktu kecil ingin naik, tapi kan tinggiku belum cukup saat itu," jawab Kaila "Waktu kamu pacaran dengan Irsyad, emangnya enggak pernah naik?" tanya Arcel kembali. Kaila menghela napas kasar. "Jangankan naik. Pergi ke sini aja enggak pernah. Dia bilang aku kayak anak kecil aja kalau ke sini. Emang iya?" tanya Kaila "Iya enggaklah. Apa kamu enggak liat tadi banyak pasangan yang datang ke sini?" timpal Arcel "Bener kan. Dianya aja yang terlalu kolot. Enggak tau apa yang diinginkan sama aku," balas Kaila seraya menatap ke arah luar dan tersenyum. Seketika Arcel meraih kedua tangan Kaila. Kaila segera menoleh ketika Arcel menggenggam tangannya. "Kai, sekarang aku adalah pacarmu. Kamu bebas mau minta apa pun padaku. Aku akan mengenalkan banyak hal padamu. Aku akan memberikan arti dari cinta yang sebenarnya," jelas Arcel dengan senyuman yang menenangkan. Kaila menganggukkan kepalanya kuat dan tersenyum. Lama mereka saling menatap hingga Arcel mulai memajukan wajahnya pada Kaila. Kaila otomatis menutup matanya. 'cup' Akhirnya bibir tebal Arcel menempel sempurna di bibir Kaila. Awalnya hanya menempel hingga Arcel mulai bergerak untuk melumat bibir manis Kaila. Ciuman itu hanya bertahan tiga menit karena Kaila yang memukul pelan bahu Arcel karena kehabisan napas. Mereka saling melempar senyuman manis setelahnya. *** "Bagaimana? Seneng enggak?" tanya Arcel "Seneng banget. Makasih yah Arcel. Aku sangat menyukai hari ini," jawab Kaila "Kamu harus menyukai harimu setiap hari karena aku akan selalu memberikan kebahagian di tiap harimu," balas Arcel dengan memeluk tubuh Kaila. Kaila tersenyum dalam pelukan itu. Betapa beruntung dirinya karena dapat berpacaran dengan Arcel. Sungguh Arcel benar-benar berbeda dengan Irsyad. Jika Irsyad akan mengekang semua yang ia inginkan. Beda halnya dengan Arcel yang begitu menyayangi apa yang ia inginkan. "Oh ya, aku lupa memberitahumu. Apa kamu mau temenin aku ke sebuah acara?" tanya Arcel seraya melepas pelukan itu. "Acara apa?" tanya Kaila "Acara amal gitu. Mau enggak?" tanya Arcel "Boleh. Aku mau kok," jawab Kaila dengan senyuman lebar hingga memperlihatkan gigi kelincinya. "Kalau gitu kita pergi mall dulu yukk," ajak Arcel "Ngapain kita ke mall?" tanya Kaila dengan alis yang bertaut. "Buat beli gaun untukmu lah sayang," jawab Arcel "Eh?! Gaun untukku?! Enggak perlu lah Arcel. Aku ada gaun kok di apartemen," tolak Kaila "Aku maunya kita pake yang serasi gitu. Biar kelihatan kalau kita itu pasangan. Jadi enggak perlu aku melihat orang-orang yang m***m padamu," ucap Arcel dengan nada sedikit menusuk. Kaila terkekeh mendengar perkataan Arcel. "Ya udah, kita pergi" "Ayo" Quote of the day: Rasanya begitu manis saat bersamamu. Kau sangat berbeda dengan yang lainnya. Kau sangat menghargai penilaianku. Aku sangat mencintaimu. ~TBC~ Bagaimana dengan chapter ini??? Jangan lupa untuk love dan comment nya reader!!! See you in next Chapter!!!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN