I Love You, Kaila!

1061 Kata
Happy Reading Seorang pria baru saja menuruni sebuah mobil berjenis Mercedes-Benz Z-876. Rambutnya yang ditata ke atas memperlihatkan keningnya yang menawan. Senyum lebar terpatri di wajahnya hingga lesung pipi miliknya terlihat. Pria itu mulai memasuki kawasan apartemen 'BlueSky'. Baru saja memasuki kawasan apartemen itu, berpasangan mata menatap dirinya. Tatapan kagum begitu mendominasi pada dirinya yang sedang berjalan bak seorang model. Wajah tampan dan tubuh tingginya membuat siapa saja akan terpana. Pria itu semakin melebarkan senyumannya kala melihat sosok yang ia cari. Ia pun segera mempercepat langkahnya menuju sosok yang sedang memainkan ponselnya. "Kaila!" Sosok yang dipanggil itu segera menoleh pada si pria. "Arcel. Kamu udah datang?" "Iyah, lama yah nunggunya?" tanya Arcel dengan wajah sedikit sesal. "Enggak kok. Aku baru nunggu di sini itu lima menit 37 detik," jawab Kaila seraya melihat jam tangannya. Seketika Arcel terkekeh dengan jawaban Kaila yang begitu teliti menghitung waktunya menunggu. "Kamu ini lucu banget yah," ujar Arcel seraya mencubit pipi Kaila gemas. "Ihh, apaan sih, Arcel. Sakit tau," omel Kaila yang memegangi pipinya. "Ayo, kita jalan," ajak Arcel seraya menarik tangan Kaila. Kaila membalasnya dengan anggukan kepalanya. Saat berjalan keluar kawasan apartemennya, ia baru menyadari jika mereka ditata oleh banyak orang. Kaila pun tersenyum malu sekaligus bangga. Ia tahu orang-itu sedang memperhatikan Arcel yang begitu tampan. Aku sangat beruntung bisa berpacaran dengannya ~ batin Kaila *** Akhirnya mobil milik Arcel sampai di halaman parkiran BINUS University. Sebelum Kaila keluar dari dalam mobil, Arcel dengan cepat membukakan pintu mobil itu. Kaila sedikit terkejut dengan perlakuan itu. Karena selama ia berpacaran dengan Irsyad, ia tak pernah mendapat perlakuan seperti itu. "Thanks Arcel," ucap Kaila "No problem honey," balas Arcel dengan senyuman lebar. Kaila tak menyangka kembali saat Arcel menggenggam tangannya saat berjalan bersamanya. Entah kenapa saat ini Kaila lebih percaya diri. Beda dengan dirinya yang dulu saat berpacaran dengan Irsyad. Ia sama sekali tak berani mengungkapkan bahwa mereka berpacaran. Namun ia sekarang lebih berani untuk mengungkapkan bahwa dia berpacaran dengan Arcel. Ia sama sekali tak peduli bagaimana orang akan memandang hubungan mereka. Arcel dan Kaila saling melemparkan senyum. Hal yang dipikirkan Kaila akhi terjadi. Para mahasiswa itu memperhatikan mereka berjalan. Banyak dari mereka yang memasang tampang terkejut. Bahkan ada yang menatap benci dan iri saat melihat bagaimana Arcel menggenggam dengan erta tangan Kaila. Karena bisa dibilang kalau Arcel itu sudah banyak memiliki fans di kampus ini. Namun seperti yang Kaila bilang, ia tak akan memperdulikan tatapan orang yang akan menghalangi hubungan mereka. "Ihh, lihat deh. Udah aku duga kan. Kalau Kak Arcel itu membelanya karena mereka memiliki hubungan" "Kau benar. Tapi kenapa Kak Arcel mau yah sama si Kaila. Padahal Kaila itu mempunyai skandal" "Iyah, kalau aku jadi Kak Arcel. Udah buang jauh-jauh tuh cewek pembawa sial" "Siapa juga yang mau berpacaran dengan cewek pyscho" Tiba-tiba Kaila terkejut karena Arcel menghentikan langkahnya. Apalagi saat melihat tatapan amarah dari wajah Arcel. Kaila yang tahu Arcel akan marah segera mengelus lengannya agar sabar. Kaila pun menggelengkan kepalanya sebagai reaksi agar tidak terbawa emosi. Tapi Arcel ikut menggelengkan kepalanya dan melepas sebentar tangannya Kaila. Arcel berbalik pada kumpulan mahasiswa yang tadi membicarakan mereka. "Siapa yang berkomentar tadi?" ketus Arcel dengan nada dingin. Kumpulan mahasiswa itu hanya diam tak bergeming. Bahkan mereka menundukkan kepala mereka. "Saya tanya sekali lagi. Siapa yang berkomentar tadi?!" tukas Arcel dengan nada sedikit keras. Para mahasiswa itu sangat terkejut mendengar suara Arcel yang begitu marah. Bahkan Kaila mendekati Arcel dan menggenggam tangannya. "Arcel, udahlah! Jangan diladeni, aku baik-baik aja kok," tahan Kaila yang berusaha menarik Arcel pergi. "Enggak Kai. Aku enggak bisa denger mereka ngomong yang macam-macam terhadapmu," tolak Arcel seraya menatap kembali para mahasiswa itu. "Apa kalian pikir kalian lebih baik dibanding Kaila?! Kaila itu udah banyak memberikan prestasi pada kampus ini di waktu yang singkat. Kalau kalian bagaimana?! Apa kalian udah memberikan satu saja penghargaan pada kampus ini?! Enggak kan?! Jadi jangan seenaknya menghina orang lain jika kalian saja hina," murka Arcel dengan tatapan tajam. Kaila sedikit tertegun dengan perkataan Arcel. Ia memegangi dadanya yang terasa hangat dengan pembelaan Arcel. Ia tak pernah merasa dibela seperti ini selama hidupnya. Arcel begitu membelanya. "Ada apa ini?" Semua orang langsung mengalihkan pandangannya pada Irsyad yang hadir bersama dengan kedua temannya, Emil dan Nevan. Irsyad sedikit terkejut ketika melihat Kaila yang memeluk lengan Arcel. Entah kenapa rasa amarah langsung menyelubunginya. "Ohh, jadi ini yang bikin heboh. Enggak nyangka kau membela Kaila karena dia pacarmu ya? Pantesan aja, heh," sindir Irsyad dengan tatapan meremehkan. Irsyad benar-benar sudah tidak ada sopan santun dengan Arcel walaupun Arcel itu bukan dosennya. "Terus kenapa? Masalah gitu aku bela pacarku sendiri," sindir Arcel kembali dengan menekan kata 'pacarku' pada Irsyad. Seperti yang Arcel duga, Irsyad akan marah dengan penekanan kata itu. "Aku enggak nyangka yah Kai. Kau begitu cepat melupakanku. Kenapa? Apa dia lebih kaya dariku makanya kau berpaling darinya?" sindir Irsyad Kaila melebarkan matanya saat mendengar perkataan Irsyad. Kaila tersenyum miring setelahnya. Ia melepas pegangannya pada Arcel dan maju ke depan Irsyad. "Terus kenapa? Masalah gitu buatmu? Lagipula aku baru menyadari satu hal saat putus denganmu. Mau tau apa? Kau itu sama sekali enggak pernah mencintaiku. Kau hanya menggunakanku sebagai labelmu saja. Kau hanya menggunakanku untuk pamer-pamer. Apa kau pernah membelaku seperti ini layaknya yang Arcel lakukan?! Enggak pernah kan?! Kau sama sekali tak mengenalku Irsyad. Namun aku selalu berusaha agar tetap baik di hadapanmu. Tapi apa balasannya, kau sama sekali enggak percaya denganku. Aku memang pacaran denganmu dulu. Tapi bukan rasa cinta melainkan rasa asing," papar Kaila dengan tatapan tajam. Irsyad sangat terkejut dengan penuturan Kaila. Ia mengalihkan pandangannya dari Kaila. Entahlah, ia merasa tertampar dengan perkataan itu. Arcel mendekati Kaila dan memeluk pinggangnya. Kaila langsung tersentak dengan pelukan itu. "Biar aku ingatkan padamu, Tuan Irsyad Asadel. Kaila saat ini adalah pacarku. Aku akan selalu melindunginya dengan segenap hatiku. Jadi kau enggak perlu susah payah lagi, karena ada aku di sisinya," jelas Arcel seraya menarik tangan Kaila pergi. Kaila tersenyum manis saat mendengar perkataan Arcel. Ia memeluk erat lengan Arcel. Semoga saja kebahagiaan terus menyertainya. Quote of the day: Rasanya sangat manis lebih dari gulali saat melihat kau yang begitu membelaku. Aku tak pernah merasa seberuntung ini. Thanks Ma Boy. ~TBC~ Bagaimana dengan chapter ini??? Jangan lupa untuk love dan comment nya reader!!! See you in next chapter!!!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN