Kehadirannya(1)

1243 Kata
Ohh yah aku mau kasih tau kalau dari BAB ini udah enggak flashback. Happy Reading "Ohh, jadi semua yang terjadi padamu itu adalah sebuah kesalahan pahaman yang diciptakan oleh kakakmu," timpal Arcel seraya menatap pada wajah Kaila dengan sendu. "Iyah, aku enggak tau harus bagaimana. Rasanya aku pengen menghilang aja dari dunia ini. Supaya mereka senang kalau pengganggu ini menghilang," lirih Kaila seraya memandang langit tanpa bintang. Sepertinya langit tahu isi hatinya saat ini. Kosong dan hampa. Seketika Arcel memandang kesal pada Kaila. "Terus apa? Apa kau pikir dengan dirimu menghilang semuanya terselesaikan? Apa kau akan merasa tenang setelah dirimu menghilang? Enggak Kaila. Kau jangan berpikiran seperti itu. Jangan pernah mengambil keputusan disaat kau sedang marah. Malahan jika kau menghilang, mereka akan semakin berspekulasi kalau kesalahan pahaman itu benar," papar Arcel "Terus aku harus bagaimana? Aku enggak tau lagi. Semuanya udah membenciku. Enggak ada lagi yang peduli denganku. Aku sendirian," balas Kaila dengan air mata yang kembali mengalir. Arcel mengangkat wajah Kaila dan mengusap perlahan air mata di wajah Kaila. "Jangan pernah merasa kau sendirian. Masih banyak yang menyayangimu. Hanya saja kau belum menyadari hal itu. Jangan peduliin komentar orang lain yang membuatmu drop. Perlu kau ingat, aku akan selalu ada untukmu," ucap Arcel dengan senyum yang menawan. Kaila cukup tertegun dengan senyuman itu. Entah kenapa ia merasa semangat lagi. "Iya, kau benar. Aku enggak boleh kayak gini. Aku harus membuktikan kalau aku enggak bersalah," balas Kaila dengan senyuman manis. Cantik ~ batin Arcel "Nah, gitu dong. Baru namanya Kaila. Kau tenang aja, aku akan membantumu untuk mengumpulkan bukti kalau kau itu enggak bersalah," timpal Arcel "Thanks yah Arcel. Padahal kita baru ketemu, tapi kau udah baik banget denganku," balas Kaila "Udahlah, enggak perlu sungkan. Pokoknya mulai sekarang aku akan menjadi tameng untukmu," ucap Arcel "Haha, makasih," tutur Kaila "Ayo, aku antar pulang. Ini udah jam tiga subuh. Kau juga mengatakan kalau kau udah enggak pulang dua hari. Lebih baik kau pulang ke rumahmu," ucap Arcel "Hmm, aku akan pulang. Tapi enggak apa-apa kau yang mengantar?" tanya Kaila "Enggak apa-apa kok. Lagipula kalau kau pulang sendiri kan bahaya. Cewek cantik seperti dirimu akan jadi sasaran empuk untuk para berandalan," timpal Arcel "Ish, apaan sih" Arcel pun mengantar Kaila untuk pulang ke rumahnya menggunakan mobilnya. Kaila sudah tidak pulang dua hari sejak kecelakaan itu. Karena ia harus istirahat sementara di rumah sakit sehabis operasi. Akhirnya mobil Mercedes-Benz G65 itu sampai di depan rumahnya Kaila "Thanks yah udah nganterin. Kau pulanglah juga," ucap Kaila setelah turun dari mobil itu. Sungguh Kaila tidak pernah menyangka akan menaiki mobil semewah itu. Ia cukup tahu harga mobil itu karena Irsyad pernah berkeinginan untuk membelinya. Mobil itu seharga 4,6 miliar. Kaila jadi berpikir kalau Arcel itu pasti anak sultan. "Ehh, tunggu. Aku akan menemanimu ke dalam. Aku akan membantumu menjelaskan kepada orang tuamu," ucap Arcel "Ehh, enggak perlu. Yang ada nanti orang tuaku mikir yang macam-macam lagi," tolak Kaila "Udahlah, ayo," balas Arcel seraya menarik tangan Kaila. "Ehh, ehh, Arcel tunggu" 'tok-tok' 'cklek' "Ehh, Non Kaila udah pulang. Nona kemana aja? Bibi khawatir banget nona enggak ada pulang-pulang dua hari ini," ujar bibi Sum seraya memeluk tubuh Kaila. Kaila merasa terenyuh dan terharu ketika tahu ada orang yang menunggunya pulang. Kaila pun membalas pelukan itu. Sungguh bibi Sum sangat baik padanya. Arcel pun ikut tersenyum melihat hal itu. "Maafin Kaila yah Bi. Kaila...." "Ohh, masih tau mau pulang kamu yah," celetuk Devi yang berjalan menurun tangga bersama dengan Emran. Tubuh Kaila sedikit menegang. Kaila cukup tahu tatapan dari kedua orang tuanya. Tatapan penuh amarah. "Pa, Ma, aku bisa jelasin semuanya," ucap Kaila "Mau jelasin apa? Mau jelasin selama dua hari ini kamu enggak pulang karena bermain dengan pria liar, hah?!" murka Devi "Enggak Ma! Enggak seperti itu. Itu hanya salah paham. Aku enggak ada buat seperti itu," sanggah Kaila "Kaila, kamu benar-benar membuat papa kecewa. Kamu memang anak yang enggak tau diuntung," omel Emran Emran yang ingin melayangkan tamparan pada Kaila langsung terhenti karena tangannya ditahan oleh Arcel. Kaila maupun Devi terkejut akan hal itu. "Kau siapa?!" tanya Emran dengan marah. "Nama saya Arcelio Xavier. Saya adalah teman Kaila," balas Arcel dengan tatapan dingin. "Ohh, apa kamu yang sudah bermalam dengan anak saya? Kenapa? Kamu datang ke sini karena mau bertanggung jawab karena sudah meniduri Kaila?" tuduh Emran "PAPA! Papa kok gitu sih sama aku! Bagaimana bisa papa tuduh aku melakukan hal b***t seperti itu?! Aku ini anak kandung papa!" pekik Kaila dengan air mata yang kembali mengalir. Sungguh sakit saat mendengar hal itu keluar dari mulut papanya sendiri. Bagaimana bisa papanya menuduhnya melakukan itu? "Anda jangan salah paham dengan anak sendiri. Asal anda tau, Kaila tidak pulang ke rumah selama dua hari ini karena kecelakaan. Apa anda tau hal itu?! Anda sebagai orang tuanya harusnya tau apa yang anak anda alami. Bukannya memarahinya, anda harusnya menanyakan dengan baik-baik, apa yang terjadi padanya. Malahan pelayannya yang lebih peduli padanya," geram Arcel Sungguh jika saja mereka bukan orang tua kandung Kaila, Arcel sudah akan langsung menghabisinya. "Kamu jangan asal ngomong yah! Kamu pikir kamu siapa berani-beraninya menasehati saya?! Kaila adalah anak saya. Jadi saya berhak untuk memarahi atas kesalahannya," geram Emran yang tidak terima dicerahami oleh orang yang lebih muda darinya. "Saya tau anda adalah orang tuanya. Anda memang berhak untuk memarahinya, tapi itu dengan alasan yang jelas. Hanya sebuah kabar burung dari orang dan bukti yang enggak terlalu jelas, anda langsung menuduhnya yang bukan-bukan. Anda sebagai orang tuanya harusnya lebih tahu bagaimana karakter anak anda sendiri," protes Arcel Kaila merasa hatinya menghangat dengan pembelaan Arcel padanya. Padahal mereka baru bertemu, tapi Arcel sudah begitu baik membelanya. Kaila jadi merasa sudah mengenal Arcel begitu lama. "Nak, kamu tidak tau bagaimana kejadian sebenarnya. Memang sudah berapa lama kamu mengenal Kaila sampai kamu membelanya seperti itu?" tanya Devi "Saya sudah lama mengenal Kaila. Saya sangat tau bagaimana sifat Kaila. Kaila itu tidak mungkin melakukan hal menjijikkan seperti itu," balas Arcel "Memang kamu bisa membuktikan kalau Kaila tidak bersalah? Kalau kamu memang bisa membuktikannya, kami tidak akan menyalahkan Kaila lagi," ucap Devi "Baik, saya akan menunjukkan pada anda kalau Kaila itu tidak bersalah. Jadi saya mohon untuk tidak menyalahkan dia lagi," timpal Arcel "Baiklah" "Kalau gitu saya pamit. Kaila aku pulang dulu yah. Jaga dirimu," ucap Arcel seraya tersenyum pada Kaila. "Iyah, kau hati-hati yah," balas Kaila Arcel pun berbalik dan meninggalkan kediaman Kaila. Selepas perginya Arcel, papa dan mamanya berbalik menuju kamarnya. Kaila memandang sendu pada kedua orang tuanya. "Nona yang sabar yah. Ini ujian dari Tuhan. Tuhan itu Maha Adil. Dia pasti akan menolong hamba-hambanya yang sangat kesulitan," ucap bibi Sum seraya mengusap pundak Kaila. "Iyah Bi. Makasih yah. Kalau gitu saya balik ke kamar dulu," ucap Kaila seraya berjalan menuju kamarnya. Namun langkahnya langsung terhenti karena sosok Dianti di dekat kamarnya. Kaila pun tetap berjalan ke arah kamarnya seolah tidak melihat keberadaan Dianti. "Cowok mana lagi tuh? Ganteng banget. Emang yah dirimu ini enggak akan tahan tanpa belaian cowok," hina Dianti dengan tatapan sinis. Kaila berbalik dan menatap dingin pada wajah Dianti. "Make your own sandwich," tukas Kaila seraya masuk ke dalam kamarnya. Dianti yang melihat itu jadi kesal sendiri. "Liat aja, kau pikir ini semua akan berakhir," desis Dianti Quote of the day: Cinta itu datang lagi disaat hati ini ingin menutup segalanya. Entah cinta itu bisa menobrak dinding keras dari hatiku. ~TBC~ Bagaimana dengan chapter ini??? Pangeran berkuda putih is coming!!! Jangan lupa untuk vote dan comment nya reader!!! See you in next chapter!!!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN